1

Nyaris di Lindas Alat Berat PT. GKP, HMI Cabang Kendari: Itu Pelanggaran HAM

Mide Formature 1 HMI Cabang Kendari, Muh. Sulhijah.

SultraLight.Net – Diduga melakukan penyerobotan lahan, alat berat jenis ekskavator milik PT. Gema Kreasi Pratama (GKP) yang hendak beroperasi nyaris melindas emak-emak dan puluhan masyarakat Konawe Kepulauan (Konkep).

Peristiwa itu terjadi di salahsatu lahan perkebunan warga  Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, 3 Februari 2022.

Mide Formature 1 HMI Cabang Kendari, Muh. Sulhijah menjelaskan bahwa dalam kajian dan analisisnya, bahwa tindakan penyerobotan lahan secara paksa tersebut yang nyaris melindas emak-emak masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

BACA JUGA :  Aparatur Desa di Konkep Dilatih Digitalisasi Pengelolaan Keuangan

“Itu pelanggaran HAM UUD 1945 pada Pasal 28G ayat 1 dan ayat 2, itu terpampang jelas dan itu sesuai dengan tindakan tersebut,” ungkapnya, Sabtu, 5 Maret 2022.

Sulhijah menjelaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi menghilangkan nyawa seseorang serta merampas hak seseorang dan itu merupakan perbuatan melawan hukum

“Ini bukan kali pertama PT. GKP melakukan hal yang demikian, tercatat sudah 5 kali anak perusahaan harita grub ini melakukan tindakan penyerobotan lahan milik masyarakat,” bebernya.

BACA JUGA :  Gugatan Masyarakat Konkep Dikabulkan, Batalkan Perda RTRW yang Izinkan Aktifitas Pertambangan
Nampak terlihat alat berat jenis ekskavator milik PT. Gema Kreasi Pratama (GKP) yang hendak beroperasi nyaris melindas seorang warga di Konkep.

Mantan Ketua Bidang hukum dan HAM Kendari itu juga mengecam tindakan yang tidak berprikemanusian tersebut.

“Kami mengecam tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut, ini mengambarkan bahwa tragedi tersebut merupakan wujud haramnya pemerkosaan sumber daya alam di tanah Konawe Kepulauan,” jelasnya.

Terlebih kehadiran pertambangan di Kabupaten Konkep menambah daftar panjang kasus konflik horizontal yang terjadi.

“Gubernur Sulawesi Tenggara dan Kapolda Sultra harus bersikap, jangan diam melihat persoalan ini, ini soal umat,” tegasnya. (Ad).

Print Friendly, PDF & Email