Toko Swalayan di Kendari Jual Susu Kedaluwarsa, Bayi 7 Bulan Alami Bintik Merah di Badan

Ketgam: Toko swalayan Marina Mart yang menjual susu bayi yang sudah kedaluwarsa.

SultraLight.Net – Beredar video viral diberbagai media sosial (medsos) memperlihatkan seorang ibu Maryani (39) Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menagis gegara susu bayi yang dibeli sudah kedaluwarsa.

Akibat mengonsumsi susu formula Lectogen (kedaluwarsa) yang dibelinya disalah satu toko swalayan Marina Mart, sang anak mencret bahkan muncul bitik merah di badan.

“Saya pergi beli susu di hari Sabtu, 2 Juli kemarin, bersama suami saya, pada saat membeli beli susu, yang 180 gram, sampai dirumah saya langsung membuatkan susu untuk anak ku, tapi pada saat minum 1 botol, anak ku menangis terus,” ungkapnya saat dihubungi melalui via seluler, Senin, 4 Juli 2022.

BACA JUGA :  Mahasiswa Magister Hukum Unsultra Ikuti Program Benchmarking di Kampus Jawa

Di toko tersebut Maryani mengaku sebelumnya telah membeli susu bayi yang belakangan diketahuinya sudah kedaluwarsa.

“Kondisi anak ku masih bintik-bintik merah, kejadiannya bintik itu nanti saya tau pagi. Kenapa swalayan sebesar ini menjual susu ekspayer,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, atas peristiwa yang dialami anaknya yang masih berumur 7 bulan itu, kini dirinya menagaku telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke pihak Kepolisian.

BACA JUGA :  Hilang Kendali di Tikungan, Pengemudi di Kendari Seruduk Mobil Avanza yang Terparkir

“Saya sudah melapor di kantor Polisi. Karena tidak ada tanggapan dari mereka,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Mandonga, Kompol Muhammad Salman, membenarkan laporan tersebut.

“Betul, sekarang laporannya ada, saat ini sementara melakukan pemeriksaan,” singkatnya.

Sementara itu, pihak Toko Marina Mart, menyesali atas kelalaian, hingga sampai bisa terjadi hal seperti itu.

“Itu memang kelalaian kami, memang didapat susu ekspayer, kalau untuk tindak lanjut dari pihak Marina saat ini, kita sudah bicara baik-baik, untuk atur damai dengan menganti rugi,” singkatnya.

Print Friendly, PDF & Email