Tanggapi Pernyataan Wakil Dekan III Fasya, Amirullah: Vonis Tanpa Pengkajian Contoh Buruk Bagi Kader Hukum

Ketua KPUM IAIN Kendari Tahun 2021, Amirullah.

SultraLight.net – Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2021 tepis penyataan Wakil Dekan III Fakultas Syariah (Fasya), Muh. Asrianto Zainal SH, M.Hum menuding dualisme Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) se-Fasya adalah kelalaian KPUM.

Mantan Penyelenggara Pemilihan Umum Mahasiswa pada tahun 2021 lalu, Amirullah mengatakan hal tersebut merupakan sebuah vonis yang diucapkan secara sepihak tanpa melalui pengkajian terlebih dahulu.

“Saya kira ini sebuah justifikasi dan vonis yang dilontarkan secara sepihak tanpa pengkajian sebagai respon alami melihat dari tugas KPUM sebagai penyelenggara Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma),” ucapnya Jum’at 23 September 2022.

Amirullah menerangkan bahwa KPUM telah melaksanakan seluruh rangkaian Pemilma sesuai amanah Undang-undang Pemilma IAIN Kendari.

“Seluruhnya sudah terlaksana, terkait HMPS itu memang pemilihannya dilaksanakan melalui Musyawarah Besar Program Studi (Mubes-Prodi),” terangnya.

BACA JUGA :  Usai Vonis Bebas 3 Terdakwa Mafia Tambang, Ketua PN Kendari Dimutasi 

Lebih lanjut, Mantan Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa IAIN Kendari itu menambahkan bahwa sebelumnya waktu pelaksanaan Mubes-Prodi itu sudah ditentukan.

“Kami sudah tentukan walaupun, beberapa kali molor dikarenakan ada kendala yang tentunya sama-sama kita tidak inginkan. Namun kami sudah mengeluarkan surat perpanjangan waktu Mubes-Prodi,” tambahnya.

Namun dari seluruh Fakultas yang ada di IAIN Kendari, pengurus Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Mahasiswa (Dema) Fasya tidak mengindahkan dan menunjuk langsung Ketua HMPS di tiga Prodi di Fasya.

“Sesuai Aturan Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Kendari, BAB III Pasal 23 Ayat 4 mengatakan bahwa Mubes-Prodi dilaksanakan secara mandiri dan menyeluruh oleh semua Prodi dengan waktu yang sudah ditentukan. Dema Fasya yang ambil inisiatif dan buat aturan yang keluar dari aturan induk,” bebernya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis, UKM Pers IAIN Kendari Gelar Kemah Literasi

Ia menyayangkan sikap dan pernyataan Wakil Dekan III Fasya yang dilontarkan tanpa pengkajian dan ketidakmampuan pihak Fasya baik kelembagaan mahasiswa, maupun Wakil Dekan III dalam meredam dan melahirkan solusi terbaik.

“Saya kira pernyataan dan sikap Wakil Dekan III Fasya ini contoh yang buruk untuk para generasi kader hukum, karena tanpa melihat regulasi Pemilma IAIN Kendari, tidak memahami kondisi,” imbuhnya.

Ia menyimpulkan perkara dualisme yang terjadi, disebabkan oleh Sema dan Dema Fasya yang mengambil keputusan tanpa tinjauan yuridis KBM IAIN Kendari dan membuat aturan sendiri.

“Saya kira perkara dualisme hari ini, disebapkan egosentris dari Ketua Sema dan Dema Fasya yang kemudian berdampak pada proses teman-teman syariah di HMPSnya masing-masing,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email