KPK Geledah Rumah Mewah Rektor Universitas Lampung

SultraLight.Net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua rumah milik Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. H. Aom Karomani atas kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru tahun 2022.

Dua rumah yang digeledah di antaranya  kediaman beralamat Jalan Sultan Haji 1, Kecamatan Kedaton dan Jalan Komarrudin, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandarlampung.

Rumah yang beralamat di Jalan Sultan Haji merupakan tempat tinggal lama sang rektor. Sementara rumah di Kecamatan Kedaton merupakan rumah baru.

Dalam penggeledahan di rumah milik Karomani beralamat di Kecamatan Kedaton, tim penyidik KPK didampingi sejumlah pihak kepolisian dan ditemani oleh pihak lurah serta RT setempat.

BACA JUGA :  Waspada Modus Baru Penipuan di WhatsApp Berbentuk Aplikasi

Dari hasil pantauan, tim penyidik KPK sempat membawa dua koper besar ke dalam rumah tersebut.

Salah seorang warga setempat, Ansori, mengatakan rumah tersebut berdiri di atas tanah yang memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi yang dibelinya pada tahun 2019.

“Setahu saya dibeli tahun 2019, pembangunan rumah di tahun 2022 dan 2022 jadi. Kemudian di bulan Juli di tahun 2022 baru di tempati,” ujarnya di Bandarlampung, Rabu (24/8).

BACA JUGA :  Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Fitri 2023 pada Sabtu 22 April

Sebelumnya, pada Senin (22/8) lembaga anti rasuah melakukan penggeledahan Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila).

Setelah itu, Selasa (23/8) tim penyidik KPK menggeledah tiga Fakultas yakni FKIP, Fakultas Hukum, dan Fakultas Kedokteran.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Rektor Unila, Prof. Dr. H. Aom Karomani; Wakil Rektor I Bidang Akademik, Heriyandi; Ketua Senat, M Basri; dan Andi Desfiandi sebagai tersangka kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung pada 2022.

Print Friendly, PDF & Email