Kasus Site Manager PT GMS Berjamur, Kuasa Hukum: Ada Apa Dengan Polda Sultra?

Penasihat Hukum (PH) korban Alfan Patria, Oldi Apriyanto.

SultraLight.Net – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) didesak segera melakukan penahanan terhadap pelaku penganiayaan yang dilakukan Site Manager PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Muhammad Aris.

Hal itu diungkapkan Penasihat Hukum (PH) korban Alfan Patria. Dimana dirinya mempertanyakan kinerja penyidik Polda Sultra selaku yang menangani perkara tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, pelaku Muhammad Aris belum juga dilakukan penahanan.

“Ada apa ini dengan pihak Polda Sultra. Kenapa pelaku (Site Manager PT GMS red) sampai saat ini belum ditahan. Sementara dua alat bukti untuk dilakukan penganan itu sudah ada,” tanyanya Oldi Apriyanto SH, Jumat, 26 Agustus 2022.

Dikatakan jika laporan tindak penganiyaan terhadap kliennya itu dilaporkan di Kepolisian Sektor (Polsek) Laonti dengan nomor TBL/06/IV/2022/SPK pada 21 April lalu saat Muhammad Aris melakukan penganiayaan.

BACA JUGA :  Oknum Komisioner Bawaslu Konawe Dipolisikan Rekan Bisnisnya, Kuasa Hukum RT: Pelapor Ini Keliru

Akan tetapi, sambung dia, berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) jika perkara penganiyaan diambil alih Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) dengan nomor nomor: B/59/V/2022/Satreskrim tertanggal 23 Mei 2022.

Tak berselang lama, tiba-tiba ada lagi SP2HP dengan nomor: B/318/V/2022/Dit.Reskrimum tertanggal 30 Mei 2022 jika perkara tersebut diambil alih oleh Polda Sultra.

“Hal ini lah yang menjadi pertanyaan besar mengapa kasus yang sebenarnya kasus biasa seolah-olah dibuat luar biasa dan penanganannya dibuat sangat rumit seperti kasus pembunuhan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Deteksi Penyalahgunaan Narkoba, Puluhan Personil Polda Sultra Jalani Tes Urine Dadakan

Olehnya itu, Oldi mempertanyakan tindakan penyidik Polda Sultra selaku yang menangani perkara tersebut. Sebab, sampai saat ini tidak ada progres dalam menangani adanya tindak pidana.

“Padahal kasus ini sudah mempunyai bukti permulaan yang cukup merujuk pada Pasal 1 angka (14), Pasal 17 dan pasal 21 ayat (1) KUHAP sepanjang dimaknai minimal dua alat bukti sesuai Pasal 184 KUHAP,” jelasnya.

Bahkan, korban juga telah dilakukan visum dan berdasarkan hasil visum tersebut, ditemukan adanya luka pukulan pada mata kiri korban.

“Olehnya itu, kami mendesak Polda Sultra untuk segera menetapkan Muhammad Aris sebagai tersangka,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email