1

Dukung Rehabilitasi Alam, BTS-Army Kendari dan LDC FPIK-UHO Gelar Penanaman 900 Bibit Mangrove

Ketgam: Nampak terlihat saat peserta dari berbagai komunitas dan organisasi melakukan penanaman bibit mangrove.

SultraLight.Net – Memperingati Anniversary BTS ke 9 Tahun, yang bertepatan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BTS – Army Kendari bersama Langkoe Diving Club (LDC) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu-Oleo (FPIK-UHO) menggelar aksi penanaman 900 bibit mangrove.

Diikuti ratusan pemuda dari 46 Komunitas dan Organisasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam kegiatan Save Our Pretty Earth di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Minggu, 12 Juni 2022.

Ketua BTS Army Kendari, Nur Aningsih, mengatakan bahwa kegiatan penanaman 900 bibit mangrove ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Anniversary BTS ke 9 tahun yang dirangkaikan dengan hari lingkungan sedunia.

BACA JUGA :  Polisi Kembali Tangkap Pelaku Pengroyokan Karyawan di Kendari, Dua Masih Buron

“Dalam rangka universery BTS yang ke 9 tahun, kita rangkaikan dengan hari lingkungan hidup sedunia,” ucapnya.

Alumni IAIN Kendari ini, menambahkan bibit yang ditanam oleh ratusan pemuda dapat tumbuh dengan baik. Sehingga dapat mengurangi dampak jika terjadi bencana alam dan juga mengurangi polusi.

“Dilihat dari fungsi mangrove ini, adalah penghasil besar o2 dan juga dapat mengurangi dampak bencana,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sampara, Muammar Yuyun, memberikan apresiasi kepada para penyelenggara dan partisipan kegiatan atas kepekaannya terhadap isu lingkungan.

BACA JUGA :  Curigai Istri Selingkuh, Oknum Dosen UT Kendari Hajar Istri Sampai Babak Belur

“Pemuda lebih aktif gitu, lebih peka dengan isu-isu lingkungan buktinya mereka adakan kegiatan penanaman mangrove ini,” ungkap Muammar.

Muammar juga berharap penanaman bibit mangrove ini dapat menjadi penahan bencana alam, terkhusus di Kota Kendari

“900 bibit ini full dari BPDASH Sampara yang di ambil dari Konawe Selatan. Selain itu bibit ini bisa menjadi penahan bencana alam,” harapnya.

Print Friendly, PDF & Email