Aktivitas Tambang di Kolut Telan Korban Jiwa, Ampuh Sultra Minta APH Ambil Tindakan Tegas

Lokasi tambang ex Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Mining Maju (MM), Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sultra.

SultraLight.Net – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra), mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) menutup aktifitas tambang ex Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Mining Maju (MM), Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sultra.

Desakan tersebut, akibat jatuhnya korban jiwa yang tertimbun longsor pada Rabu, 5 Oktober 2022 kemarin. Keduanya korban masing-masing bernama Ardiansah (27), warga Desa Lawekara, Kecamatan Rante Angin, Kolaka Utara. Satu lagi korban bernama Sukri (28), warga Desa Totallang, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara.

Kedua korban jiwa tersebut diketahui merupakan karyawan dari PT Astata yang merupakan salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di eks IUP PT Mining Maju.

BACA JUGA :  Tahun Ini, 168 Desa di Kabupaten Konawe Pilkades Serentak

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, tragedi memilukan yang merenggut dua korban jiwa memang secara duniawi adalah takdir dari yang maha kuasa.

Akan tetapi tidak dapat pula dinafikkan adanya kelalaian dari Aparat Penegak Hukum (APH) serta instansi terkait lainnya yang membiarkan kegiatan pertambangan dilahan tak bertuan tersebut.

“Kita sebagai manusia tidak mungkin melawan takdir. Namun tak bisa pula dinafikkan bahwa ada juga kelalaian dari manusia sehingga tragedi tersebut terjadi,” ungkapnya, Kamis, 6 Oktober 2022.

Pastinya, jika APH tidak membiarkan kegiatan pertambangan ilegal berlangsung di lokasi kejadian, kemungkinan ceritanya akan berbeda.

BACA JUGA :  Kendalikan Inflasi, Kadin Sultra dan Pemkot Kendari Resmi Gelar Pasar Murah

“Kami secara kelembagaan sudah beberapa kali menyoroti terkait kegiatan tambang ilegal di eks IUP PT. Mining Maju (MM). Bahkan kami juga meminta penghentian aktivitas disana, tetapi itu tidak pernah di dengarkan oleh para pemangku kebijakan,” bebernya.

Pihaknya juga mendesak pihak kepolisian untuk tegas menutup dan menghentikan segala bentuk kegiatan terkhusus kegiatan pertambangan ilegal di eks Wilayah IUP PT. Mining Maju.

“Selain dari itu, kami juga meminta dengan tegas kepada pihak kepolisian untuk segera menutup dan menghentikan semua kegiatan di eks IUP PT. Mining Maju, yang semestinya tidak dapat dilakukan kegiatan penambangan di wilayah tersebut,” desaknya.

Print Friendly, PDF & Email