1

Pungli Berkedok Iuran, Guru Honorer di Konawe Lolos P3K Diwajibkan Bayar Uang Pengimputan Data

Ilustrasi Pungli

SultraLight.Net – Dibalik kesenangan 832 Guru yang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK), karena telah menerima Surat Keputusan (SK) Kamis (7/4/22) lalu oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Kongguasa (KSK).

Ada kisah pilu para pejuang Guru Honorer pejuang SK, dimana mereka diwajibkan membayar sejumlah uang diduga Pungutan Liar (Pungli) berkedok pengurusan berkas.

Cerita pilu tersebut disampaikan disampaikan oleh salah satu Penerima SK, yang tidak mau disebutkan namanya. Awal cerita saat namanya tercantung sebagai peserta Calon P3K yang telah lulus seleksi.

Dalam pengurusan berkas, dirinya dimintai uang Rp 100 ribu, dimana uang tersebut terdiri dari uang pengimputan data, uang materai dan uang Penjemputan SK dari BKN Makassar.

“Jadi untuk uang matari kami dimintai Rp 20 Ribu, Uang Input data sebesar Rp 30 Ribu dan uang Penjemputan MoU dari BKN Makassar sebesar Rp 50 Ribu. Sehingga totalnya Rp 100 Ribu,” rincinya, Sabtu, 9 April 2022.

BACA JUGA :  Mobil di Konawe Pemuat BBM Ludes Terbakar, Sopir Alami Luka Bakar

Uang Rp 100 Ribu pun tak menjadi soal menurutnya karena uang itu digunakan untuk pengurusan oleh pihak terkait.

Namun saat penandatanganan MoU itu dirinya bersama peserta P3K yang lain masih diwajibkan membawa Materai Rp 10.000.

“Kan sudah kami kasih sebelumnya uang Materai, tapi biarlah demi mendapatkan apa yang kami telah perjuangkan,” ujarnya.

Namun sehari setelah menerima SK yang diserahkan langsung oleh Bupati Konawe, para pemerima SK P3K kembali di kumpulkan.

Dirinya diminta lagi untuk mengumpulkan sejumlah uang mulai dari Rp 250 Ribu hingga Rp 750 Ribu dengan alasan untuk pengurusan Gaji nantinya di Bagian Keuangan.

“Padahal Pak Bupati sudah lantang mengatakan tidak ada pungutan sepeserpun dalam penerimaan SK ini. Tapi ujung-ujungnya kami masih dimintai uang lagi, dimana jumlahnya berbeda disetiap Kecamatan,” bebernya.

BACA JUGA :  Ini Daftar Juara Umum Stan Pameran Perayaan HUT ke-63 Konawe

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Suriyadi, saat dikonfirmasi via telepon selulernya terkait dugaan pungli tersebut mengaku tidak tahu menahu jika ada permintaan sejumlah uang kepada Guru PPPK tersebut.

Dirinya pun tidak menyangka dan mengaku kaget atas informasi adanya pungli tersebut. Dia pun berjanji akan mengkonfirmasi kebenaran informasi ini.

“Saya lagi di Jakarta. Kalau itu saya tidak tahu. Tinggu saya konfirmasi dulu sama ketua forumnya,” ucap Suriyadi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe Ilham Jaya, saat dikonfirmasi juga menyebut tidak tahu menahu tentang dugaan pungli itu.

“Saya tidak tahu,” ucapnya singkat melalui pesan WhatsApp, Jumat malam 8 April 2022. (Ad)

Print Friendly, PDF & Email