Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pengeroyokan Guru SMP di Konsel

Guru honorer olahraga SMPN Negeri 6 Konsel usai dikeroyok oleh para pelaku.

SultraLight.Net – Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) menetapkan 3 pelaku pengeroyokan terhadap guru honorer olahraga SMPN Negeri 6 Konsel.

Ketiga pelaku yakni terdiri dari AI (14) dan ID (14) dan keluarga AI. Mereka terlibat kasus penganiayaan sedang praktek renang di Permandian Apolu, Desa Sangi-sangi, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konsel, Minggu (20/3/2022) lalu.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Konsel, IPTU Henryanto membenarkan jika polisi telah menetapkan 3 pelaku dalam kasus ini.

“Hari ini dilakukan pemeriksaan,” ungkap IPTU Henryanto, Rabu, 23 Maret 2022.

Lebih lanjut, polisi berencana akan menangkap tersangka dewasa yakni keluarga AI. Setelah itu bakal menyampaikan identitas tersangka dewasa tersebut.

BACA JUGA :  Usai Belanja Kebutuhan di Warung, Mama Muda di Kendari jadi Korban Begal Payudara

Henryanto menambahkan, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, subsider 351 KUHP.

Dimana dua pelajar pengeroyok guru SMPN di Konsel diamankan polisi di Markas Kepolisian Sektor atau Polsek Palangga.

Sementara Kapolsek Palangga, Iptu Rusmin mengatakan dua pelajar tersebut bukan ditahan, melainkan diamankan.

“Mungkin karena keluarganya tahu indikasi mengarah sebagai terlapor, orangtuanya titip,” kata Iptu Rusmin saat dihubungi melalui via seluler.

Rusmin menjelaskan, pihaknya tak bisa menahan anak di bawah umur, sehingga hanya diamankan.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi yang tidak diinginkan. Diberitakan sebelumnya, Pengeroyokan bermula saat sang guru honorer ini menggelar praktik renang kelas 9.

BACA JUGA :  Pungli Berkedok Iuran, Guru Honorer di Konawe Lolos P3K Diwajibkan Bayar Uang Pengimputan Data

“Korban memberikan arahan tentang tata cara berenang, tapi pelajar berinisial AI ini tidak mengindahkan, seolah-olah melawan,” jelasnya.

Sang guru lantas mendatangi AI untuk memberi nasihat sambil menepuk bahunya. Namun AI tak terima dan melontarkan kalimat kasar. Kemudian selanjutnya pulang, tak lama kembali dengan membawa ibunya dan sepupunya.

“Terlapor AIA langsung menganiaya korban dengan memukul dagu, lalu sepupu dan 2 rekan AI juga datang ikut menganiaya, Ibu AI tak hanya memukul, tetapi juga menghujat sang guru honorer ini,” tuturnya.

Akibat pengeroyokan itu, sang guru mengalami luka di dagu sebelah kiri, lutut kiri, punggung kaki kanan. (Mi)

Print Friendly, PDF & Email