1

Pamit Beli Pulsa, Gadis di Kendari Asyik Berduaan Sama Pacar di Kamar Hotel

Ketgam: Ilustrasi

SultraLight.Net – Pamit untuk membeli pulsa, gadis berusia 17 tahun berinisial NB, warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kemaraya, Kota Kendari tidak kembali lagi ke rumahnya.

NB yang tidak kunjung kembali, justru menemui seorang pria berinisial LY (26) warga Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan berawal Sabtu, 30 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 Wita, NB meminta kepada Ibunya untuk dibelikan pulsa, lalu sang Ibu memberikan uang sebesar Rp. 50 ribu.

“Selanjutnya, korban keluar dari rumah untuk membeli pulsa. Hingga pukul 02.00 Wita korban belum pulang ke rumah sejak keluar membeli pulsa,” jelasnya, Senin, 8 Agustus 2022.

BACA JUGA :  ODGJ Mengamuk di Bank BRI Samratulagi Kendari, Teller Terluka Dihantam Bambu

Lebih lanjut, keesokan harinya kedua orang tua korban, mencari anaknya dan kemudian mendapatkan informasih bahwa anaknya sering ke hotel yang terletak di Kecamatan Kadia.

Dihadapan sang ibu dari NB mengaku telah menjalin hubungan asmara hingga melangkah jauh sampai kehubungan layaknya suami istri.

“Kedua orang tua korban menjemput anaknya, dan anaknya menjelaskan bila semalaman bersama tersangka telah melakukan persetubuhan,” lanjutnya.

Tidak terimah anaknya di setubuhi oleh LY, sang ibu membawa anaknya ke Polresta Kendari, guna melakukan pelaporan.

BACA JUGA :  Pasangan Muda Mudi Ngamar di Hotel, Dua Remaja di Kendari Kedapatan Miliki Busur

“Setelah Penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup, selanjutnya, Tim Buser77 mencari tersangka dan tersangka berhasil di amankan di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, LY dikenakan Pasal 81 ayat (1) dan (3) Jo. Pasal 76 D UU RI No. 17 tahun 2016 penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 miliar,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email