Mahasiswi di Kendari jadi Korban Pembusuran Pria Bertopeng, Kapolresta: Pelaku Suka Buat Keributan di Kampus

Seorang mahasiswi Universitas Halo Oleo (UHO) bernama Syamsiar (18) terkena busur oleh gerombolan pria bertopeng.

SultraLight.Net – Kasus teror pembusuran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih belum berhenti. Terbaru, seorang mahasiswi Universitas Halo Oleo (UHO) bernama Syamsiar (18) terkena busur oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Peristiwa pembusuran itu terjadi di Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, sekira pukul 02.00 Wita.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Muhammad Eka Faturrahman mengatakan korban yang awalnya akan pulang bersama pacarnya dari kawasan Anduonohu menuju Lorong Pelangi depan kampus UHO Kendari, melintas menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA :  Terpaksa Bubarkan Demo, Kapolresta Kendari Sebut Ada Penyusup hingga Ganggu Ketertiban Umum

“Korban bersama pacar korban pulang dari arah  Anduonohu untuk kembali ke rumah kostnya di Lorong Pelangi, asrama aminah sekitar jam 02.00 wita dini hari,” ungkapnya.

Saat itu, kata Eka, korban dan pacarnya tiba-tiba melihat gerombolan pria memakai topeng akan melepaskan busur panah. Sontak hal tersebut membuat keduanya panik.

“Diantara Lorong Bintang dan Lorong Beringin, ada sekitar 10 bergerombol memakai tutup muka (topeng) kemudian melepaskan busur kepada korban,” katanya.

Korban yang tidak melihat jelas si pelaku karena motor korban sementara berjalan. Akibat panah busur itu, korban menderita luka di betis kiri dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bahteramas.

BACA JUGA :  Tidak Lolos Syarat Manajerial, Dr. Rosnawintang Sebut Panitia Pilrek USN Kolaka Keliru

“Korban tidak melihat jelas siapa di antara mereka melepaskan mata busur karena motor korban sementara berjalan. Setelah di busur korban langsung ke rumah sakit Bahteramas,” ucapnya.

Menurut Eka Fathurrahman, para pelaku diduga suka membuat keributan di sekitar area kampus UHO Kendari.

“Para pelaku di duga yang suka membuat keributan di sekitar area kampus baru, karena mereka menggunakan tutup muka (topeng),” tuturnya.

Print Friendly, PDF & Email