Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Lerepako Ditahan di Rutan Punggolaka Kendari

Ketgam : Saat mantan Kepala Desa Lerepako, Muh. Amir menjalani proses sidang.

SultraLight.Net – Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), Dana Desa (DD) Lerepako, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tahun anggaran 2019 telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Kendari, 30 Mei 2022 kemarin.

Terdakwa Muh. Amir merupakan mantan Kepala Desa Lerepako, periode 2014-2019. Ia didakwa karena telah menggunakan anggaran DD sebesar Rp.420.436.500 dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ari Meilando menerangkan, terdakwa dalam laporan pertanggung jawabannya (LPJ) melaporkan penggunaan DD telah direalisasikan 100 persen. Namun faktanya ada item pekerjaan yang tidak diselesaikan.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Beri Beasiswa S2 Bagi Puluhan ASN di Lingkungan Pemkab

“Dalam mengelola keuangan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 terdakwa secara melawan hukum dalam melaksanakan tugas selaku Kepala Desa,” terangnya.

Menurutnya, dalam laporan akhir tahun 2019 penggunaan Dana Desa telah menyatakan program DD selesai 100 persen senilai Rp. 693.126.500.

“Namun, dalam pelaksanaan pekerjaan hanya sebesar Rp. 272.690.000,” lanjutnya.

Menurut Ari, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2, atau pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA :  Kendari Kembali Diguncang Gempa 5.2 Magnitudo, BMKG: Hati-hati Terhadap Gempa Susulan

Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

“Saat ini terdakwa ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Punggolaka Kendari,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email