1

Akibat Lahan Bersengketa, Kakek Tua di Kolut Dikeroyok Oknum Sekcam

Ilustrasi

SultraLight.net – Seorang kakek berusia 57 tahun di Kolaka Utara (Kolut) menjadi korban pengeroyokan, yang diduga dilakukan oleh Sekertaris Camat (Sekcam).

Kakek yang berusia setengah abad itu dikeroyok akibat mempertahankan haknya terhadap sebidang tanah seluas 4 hektar.

Penasihat Hukum korban, Eka Angga Pratama, mengatakan korban mengalami luka memar pada bagian kepala dan bagian organ tubuh lainnya atas pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum Sekcam.

“Korban yang masih mengalami pengobatan dan harus terpaksa mendapatkan rawat jalan di rumahnya di Desa Tambuha,” jelasnya, Jumat, 18 Maret 2022.

Atas kejadiaan itu, korban pun melaporkan di Polres Kolut berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STPL/ 26/11/2022/Sultra/Res Kolut/SPKT.

BACA JUGA :  Viral Kakek 90 Tahun Nikahi Perempuan 25 Tahun di Kolaka Utara, Ternyata Kakak Iparnya Sendiri

Atas dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana yang di maksud dalam Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana

Disesalkannya, Polres Kolut terkesan lamban menangani perkara tersebut, kadang-kadang eka memflowup lewat via whatsapp.

“Kasus tersebut terkesan mangkrak. Jadi secara formil bisa dikatakan jalan ditempat dong,” ungkapnya.

Eka membeberkan pelaku AN merupakan PNS di Kolut sedangkan saudaranya inisial DR merupakan mantan anggota DPR.

“Perkara itu sudah naik ke sidik dan segera di kirim SPDP nya ke Kejaksaan Negeri Kolut. Akan tetapi sampai hari ini kami ataupun klien belum menerima tembusan SPDP ataupun SP2HP terkait Perkembangan Penyidikan,” katanya.

BACA JUGA :  Bagi Kasih di Bulan Ramadhan, PT OSS Salurkan Bantun ke Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga

Menanggapi hal itu, Kanit 1 Pidum Sat Reskrim Res Kolut, Ipda Mustamin, jika mangkraknya kasus tersebut hanyala pernyataan penasehat hukum semata.

Ditegaskannya, kasus tersebut sudah naik ke sidik, SP2HO, dan SPDP. Bahkan, sudah dikirim ke penasehat hukumnya.

“Memang dari Februari itu masih status Lidik sekarang sudah naik sidik dan Senin pekan depan kami akan lakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” jelas Ipda Mustamin. (Mi)

Print Friendly, PDF & Email