Festival Kebudayaan IAIN Kendari, Langkah Nyata Mahasiswa Jaga Identitas Lokal

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan kebudayaan lokal di Sulawesi Tenggara yang dinilai memiliki nilai sejarah dan identitas yang kuat.

SultraLight.Net – Festival Kebudayaan IAIN Kendari menjadi langkah nyata mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya lokal Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari ini sukses digelar di Ballroom IAIN Kendari, Sabtu (20/12/2025).

Festival kebudayaan tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Ketua Kadin Kota Kendari, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) IAIN Kendari, perwakilan Kerajaan Moronene Poleang, Majelis Adat Kerajaan Muna (MAKN), Lembaga Pemuda Pelestari Senjata Pusaka (PUTERA), Lembaga Kebudayaan Liang Kabori Kreative, hingga Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra).

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan kebudayaan lokal di Sulawesi Tenggara yang dinilai memiliki nilai sejarah dan identitas yang kuat. Selain itu, festival ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta lembaga adat dan kerajaan yang ada di daerah.

Pantauan awak media, berbagai unsur kebudayaan ditampilkan dalam festival tersebut, di antaranya pameran benda-benda pusaka dan peninggalan kerajaan yang sarat nilai historis. Mahasiswa juga menghadirkan Museum Peninggalan Kerajaan sebagai sarana edukasi, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih dekat sejarah dan sistem kerajaan di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Tingkatkan Pelayanan, Kapolresta Kendari Target Semua Kecamatan Miliki Polsek

Ketua DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari, Febri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival kebudayaan ini lahir dari kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan sejarah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebudayaan yang ada di Sulawesi Tenggara. Sebagai mahasiswa, sudah sepatutnya kita mengenal dan memahami kebudayaan lokal,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses penyebaran Islam di Sulawesi Tenggara tidak dapat dipisahkan dari peran kerajaan-kerajaan lokal yang pada masanya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat.

“Penyebaran Islam di Sultra sangat erat kaitannya dengan peran kerajaan-kerajaan lokal yang mendominasi lanskap politik pada masa itu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Cerita Wisudawan IAIN Kendari Cari Pinjaman "Uang Toga" Usai Diusir di Momen Wisuda

Sementara itu, Ketua Panitia yang diwakili oleh Sekretaris, Sabrina, menyebutkan bahwa Festival Kebudayaan IAIN Kendari merupakan kegiatan yang berbobot dari sisi keilmuan, khususnya dalam memperkaya wawasan tentang sejarah dan peran kerajaan di Sulawesi Tenggara.

“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan sistem kerajaan di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan perwakilan kerajaan yang hadir, termasuk yang datang dari Bombana dan daerah lainnya, yang telah berpartisipasi dan memeriahkan jalannya festival.

Festival Kebudayaan IAIN Kendari diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai upaya konkret mahasiswa dalam merawat identitas lokal, memperkuat kesadaran sejarah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan Sulawesi Tenggara.

 

admlight