Usai Bertugas di Papua, Satu SSK Brimob Polda Sultra Kembali ke Satuan

Ketgam: Upacara kedatangan Satu SSK personel Brimob Satuan Brimob Polda Sultra yang tergabung dalam Satgas Operasi Amole I BKO Polda Papua.

SultraLight.Net – Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimob Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Amole I Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Papua, telah kembali di satuan, Jumat, 30 September 2022.

Pasukan elit Polri itu, bertugas selama 6 bulan di Papua yang dipimpin oleh Komandan Satuan (Dansat) Brimobda Polda Sultra, Kombes Pol Adarma Sinaga.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol. Waris Agono mengatakan agar seluruh personel yang baru tiba, dapat agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan di Polda Sultra.

“Teman-teman saya yang baru pulang dari penugasan di Papua ini, saya harap dapat kembali menyesuaikan dinas di Polda Sultra, harus bisa menyesuaikan mental dan situasi, karena berbeda ancaman disana (Papua) dan ancaman disini (Sultra),” ungkapnya.

BACA JUGA :  Direktur VDNIP Hadiri Perayaan Imlek 2023 di Istana Kepresidenan

Terlebih yang tadinya jauh dari keluarga, sekarang dapat kembali bersama keluarga, dan semoga dapat menjadi semangat bagi keluarga.

“Saya harap pemikiran (personel) akan lebih soft, dibandingkan ketika mereka dinas di Papua, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel, karena selama penugasan berjalan dengan baik dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatgas Amole I BKO Polda Papua, yang juga merupakan Dansat Brimobda Polda Sultra Kombes Pol Adarma Sinaga menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan yang Maha esa atas suksesnya penugasan BKO Brimob di Papua

BACA JUGA :  Resmi Mengudara di Sultra, Maskapai Super Jet Air Dinilai Beri Angin Segar Bagi Perekonomian

“Kami bersyukur kepada Tuhan, bahwa kita seluruhnya bisa kembali dengan sehat walafiat dan tugas terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Lanjutnya, dalam pelaksanaan tugas disana, pihaknya cukup berbangga kepada kontingen seluruhnya, yang bisa patuh dan taat kepada aturan, tidak melakukan pelanggaran dan kembali dalam keadaan sehat walafiat.

“Kita seharusnya kembali pada tanggal 27 September kemarin, tetapi itu gelombang pertama, dan karena kepulangan bergelombang, makanya kami akhirnya kami pulang pada tanggal 30 September 2022, sehingga waktu kita bertugas 6 bulan 3 hari,” bebernya.

Print Friendly, PDF & Email