Ternak Babi jadi Komoditas Potensial di Konawe

Ketgam: Ilustrasi

SultraLight.Net – Konawe merupakan daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Berbagai suku dan agama ada di sini. Keberagaman itu juga tampak dari hewan ternak yang dipelihara.

Untuk hewan yang umum diternak masyarakat seperti Sapi, Kerbau, Kambing, Ayam, Itik dan ternak favorit dari warga non-Muslim, yakni Babi.

Terkait banyaknya populasi ternak Babi di Konawe yang mayoritas Muslim, sejauh ini tidak ada permasalahan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) bahkan mendukung sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi warga peternak. Hal itu diungkapkan langsung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK).

BACA JUGA :  Kunjungan Kerja di Konawe, FPK Berikan Bantuan Sosial Senilai Rp 52,3 Miliar untuk Warga

“Jadi ini bukan soal halal haram. Tapi bagaimana kita memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” kata KSK.

Dukungan dari Pemkab ternyata membuah hasil yang cukup positif. Konawe kini menjadi produsen penghasil Babi ternak untuk memenuhi pasar di kalangan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kecamatan Morosi, bahkan di Kabupaten Morowali.

BACA JUGA :  3 Maret 2023, Aksi Terjun Payung dan Tari Kolosal Bakal Hiasi HUT ke-63 Konawe

Berdasarkan data Dinas Peternakan Konawe tahun 2021, populasi ternak Babi di Konawe mencapai 67.793 ekor. Ternak Babi terbanyak berada di Kecamatan Amonggedo dengan jumlah 15.875 ekor.

Menyusul, Kecamatan Tongauna, 13.908 ekor dan Padangguni, 11.333 ekor. Populasi ternak Babi di Konawe hanya mencakup 9 dari 29 Kecamatan di Konawe. (Km)

admlight