1

Terlibat Prostitusi Online, ABG di Kendari Jual Keperawanan Seharga Rp 1 Juta

AY (22) memakai baju kuning, merupakan warga Kecamatan Konawe nekat menjual rekannya sendiri.

SultraLight.Net – NR (12) warga Kota Kendari terpaksa harus menjadi pelampiasan napsu pria hidung belang disebuah penginapan yang ada di Kabupaten Konawe.

Anak yang masih dibawah umur “Dijual” oleh rekannya sendiri berinisial AY (22) yang merupakan warga Kecamatan Konawe dengan harga Rp 1 Juta dan praktek penjualan anak tersebut telah berlangsung tiga kali.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Konawe, AKP Moh. Jakub Nursagli Kamaru melalui Kaurbin Ops. IPDA La Ode Anti yang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban melapor di Mapolres Konawe (2/5/22) lalu. Dimana korban sudah meninggalkan rumah beberapa hari tanpa ada kabar.

“Jadi setelah orang tua korban melapor kami langsung melakukan penyelidikan. Dan kami langsung memeriksa pelapor dan korban,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lomba Cerdas Cermat se Kabupaten Konawe, SMPN 1 Puriala dan SDN 1 Wawotobi Juara

Lanjut La Ode, setelah melakukan pendalaman Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berusaha melarikan diri. Dan pelaku akhirnya berhasil diamankan dari pelariannya (9/5/22) oleh tim Satreskrim Polres Konawe.

“Setelah mengetahui ada laporan polisi pelaku melarikan diri ke Sidrap, namun segera kami lalukan penangkapan. Dan setelah dimankan pelaku, kami juga mengamankan dua orang saksi yang masih dibawah umur yaitu IM (16) dan FD (16),” katanya.

Dari keterangan pelaku, korban dari Kendari dijemput untuk datang ke Unaaha Kabupaten Konawe, kemudian dicarikan pelanggan menggunakan Aplikasi Mi Chat. Dan korban “Dijual” jual Rp 1 juta dan hasil penjualan pelaku mendapatkan fee sebanyak Rp 100 ribu.

BACA JUGA :  Dijaga 4 Polisi, Pelaku Pencabulan dan Perampokan Behasil Melarikan Diri 

“Jadi korban katanya masih perawan menurut pelaku, dan dijual dengan harga yang tinggi menurut mereka. Dan selama bersama pelaku tindakan penjualan anak dibawah umur itu dilakukan Lima kali,” katanya.

Dengan tindakannya pelaku melanggar Tindak pidana Eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 jo pasal 761 UU RI dan No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk hukumannya itu maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email