Stok Minyak Goreng Terbatas, Ratusan Warga di Kendari Antre Hingga Berjam-jam

Ketgam: Nampak terlihat warga mengantre untuk mendapatkan minyak goreng.

SultraLight.Net – Ratusan warga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) rela antre berjam-jam di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sultra. Mereka rela antre satu hingga dua jam, demi bisa mendapatkan dua liter minyak goreng.

Antrean warga ini terjadi karena ketersediaan minyak goreng di pasaran hingga kini masih langka. Bahkan di sejumlah toko harga minyak goreng juga masih tinggi, yakni 28 ribu hingga 70 ribu rupiah per liternya.

Antrean minyak goreng tersebut sempat membludak, warga yang didominasi emak-emak itu dibatasi dalam setiap pembelian yakni 2 liter.

BACA JUGA :  Minyak Goreng Langkah, Disperindakop Konawe Minta Masyarakat Kreatif Buat Sendiri

Hartia (39), salah satu warga yang rela mengatri sejak pagi bernama itu mengatakan, semenjak langkanya minyak  rela berdesakan demi mendapatkan minyak goreng tersebut.

Hartia juga mengaku, sudah mengantri sejak pukul 06.00 pagi, untuk minyak goreng yang harganya murah.

“Kalau pergi beli di pasar harga minyak goreng sangat mahal, 1 liter saja mencapai Rp 70 Ribuan per liter ada juga lebih dari itu,” ucapnya, Selasa, 15 Maret 2022.

BACA JUGA :  Emak-emak di Baubau Berburu Minyak Goreng, Ternyata Hasilnya Nihil 

Untuk diketahui, Menteri Perdagangan menetapkan harga eceran tertinggi minyak goreng sawit, dan harga eceran tertinggi minyak goreng diatur, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6/2022 tanggal 26 Januari 2022.

Dengan rincian sebesar Rp 11.500 per liter, kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan kemasan premium sebesar Rp 14.000 per liter, dimana mulai berlaku pada 1 Februari 2022.

Print Friendly, PDF & Email