Soal Harta Gono Gini, Pria di Kendari Aniaya Mantan Istrinya Hingga Masuk Rumah Sakit

Korban, Wasria (34) yang harus dilarikan ke rumah sakit Bahteramas usai mengalami luka serius di bagian kepala

SultraLight.Net – Seorang pria bernama Sarito (40) tega menganiaya mantan istri akibat permintaannya untuk membeli rumah harta gono gini ditolak.

Korban, Wasria (34) yang harus dilarikan ke rumah sakit Bahteramas usai mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan akibat sabetan parang.

Sarito nekat menganiaya mantan istrinya di salah satu kamar kos di Jalan Transito Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 8 Juni 2022, Peristiwa itu terjadi sekira pukul 08.00 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP. Fitrayadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu, berawal saat pelaku datang ke kamar korban dengan membawa senjata tajam (Sajam) sebilah parang.

BACA JUGA :  Deteksi Penyalahgunaan Narkoba, Puluhan Personil Polda Sultra Jalani Tes Urine Dadakan

“Dengan tujuan untuk membicarakan tentang harta gonogini berupa rumah yang ditinggali oleh tersangka, karena Tersangka dan Korban telah resmi bercerai pada tahun 2021,” jelasnya melalui via Wahtsapp.

Lebih lanjut, disaat tersangka menyampaikan kepada mantan istrinya agar tidak menjual kepada orang lain.

“Tersangka langsung meminta kepada korban, agar tersangkalah yang akan membeli rumah tersebut, namun korban tidak setuju dengan harga yang ditawarkan oleh tersangka terlalu murah,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Demi Bayar Utang, Wanita di Kota Kendari Nekat Edarkan Sabu

Gerang dengan jawaban mantan istrinya itu, kemudian tersangka mengambil sebilah parang yang telah dibawanya dengan memarangi korban secara berulang kali.

“Menggunakan sebilah parang secara membabi buta hingga mengakibatkan luka pada lengan, termasuk kulit kepada terlupas kena sabetan,” bebernya.

Usai menganiaya mantan istrinya, kemudian tersangka pergi meninggalkan korban dan langsung menyerahkan diri ke Polresta Kendari.

Atas perbuatanya pelaku akan dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara.

Print Friendly, PDF & Email