Predator Seksual di Baubau Diburu Polisi, Paksa Korban Berhubungan Sesama Jenis

Ilustrasi

SultraLight.Net – Pria inisial IR dilaporkan ke Polisi diduga telah melakukan pemerkosaan remaja wanita inisial Y (16) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan modus mengajarkan ilmu agama.

Kapolres Baubau, AKPB Erwin Pratomo mengatakan berawal pada bulan Februari 2020 lalu, dimana korban Y ajak oleh temannya berinisial E (19) untuk bertemu dengan pelaku di Benteng Keraton Bau-bau sore hari.

“Korban bersama temannya di ajak oleh terlapor untuk duduk-duduk dan bercerita  di sekitar keraton setelah itu terlapor bercerita dan mengajarkan korban bersama temannya saudari Y tentang ilmu Agama islam, ilmu tauhid dan mengarahkan korban ke hal-hal perbuatan baik,” ungkapnya melalui keterangan resminya, Jumat, 29 April 2022.

Namun, setelah seminggu kemudian Y diajak oleh IR untuk bertemu di rumah kos miliknya. Disaat itu juga Y yang bersama E diajak untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

“Pada saat korban dan temannya di setubuhi oleh terlapor, terlapor merekam video melalui handphone miliknya. Setelah kejadian persetubuhan tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sopir di Baubau Diduga Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus

Lebih lanjut, setelah sebulan berlalu, IR kembali mengajak Y bersama dengan temannya untuk melakukan hubungan badan. Namun korban sempat menolak ajakan pelaku.

“Pelaku mengancam korban akan menyebarkan video yang pernah dibikin terlapor saat melakukan persetubuhan, sehingga korban bersama temannya bersedia datang di kosnya,” lanjutnya.

Keluarga korban yang tidak terima atas perbuatan pelaku kejadian tersebut ke Polres Baubau pada Jumat, 8 April 2022 lalu. Saat ini polisi tengah mengejar pelaku.

“Saat ini anggota Opsnal saya posisi di Kendari bersama Resmob Polda untuk lidik keberadaan pelaku,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal berlapis tentang Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Sementara itu, Kuasa Hukum Y, Safrin Salam, S.H., M.H. menjelaskan ancaman pelaku kepada korban Y telah berlangsung kurang lebih 2 tahun ini.

BACA JUGA :  Jatuh dari Longboat, Nelayan Asal Baubau Hilang di Perairan Buteng

“Video inilah yang digunakan pelaku untuk memeras korban Y, untuk terus melayani nafsu bejatnya baik secara langsung (bersetubuh),” jelasnya saat dikonfirmasi.

Ketika korban tidak mengikuti keinginan pelaku, maka pelaku akan mengancam bahwa pelaku akan menyebarluaskan video-video asusila korban kepada keluarga korban dan juga teman-teman korban.

“Dampak dari seluruh ini, secara psikologi yang kami rasakan sebagai keluarga adalah keceriaan korban menurun dan ketika melakukan visum terdapat infeksi dan hymen yang robek secara tidak beraturan,” tuturnya.

Kendati demikian, Safrin melaporkan tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku. Semenjak laporan dimasukan di Polres Baubau, hingga saat ini, pelaku masih belum juga ditangkap dan ditahan.

“Dengan rentan waktu 20 Hari, kami khusus korban dan keluarga yang masih khawatir adanya ancaman dari pelaku karena belum ditangkap pelaku,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email