Penyelidikan Berlanjut, 2 Waria Pengeroyokan Pemuda di Kendari jadi DPO

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi

SultraLight.Net – Kasus pengeroyokan dua orang waria terhadap seorang pemuda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini terus berlanjut.

Sebelumnya, korban telah mencabut laporan polisi. Tetapi korban merasa malu karena video yang sudah beredar di media sosial dan meminta polisi melanjutkan kasus pengeroyokan itu.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan keberadaan terhadap pelaku pengeroyokan.

“Seperti yang kita tau beberapa hari lalu terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang yang berjenis kelamin laki-laki, tetapi nampak seperti perempuan itu hingga kini kita masih melakukan penyelidikan keberadaan para pelaku untuk di tangkap,” katanya saat ditemui awak media, pada Senin (30/1/2023).

BACA JUGA :  Demi Viral di Medsos, Dua Remaja di Kendari Rela Buat Konten Adu Jotos

Kata Fitrayadi, Menyampaikan saat ini pihaknya juga telah mengantongi identitas pelaku

“Kami sudah kantongi identitas kedua pelaku yaitu Alan dan Taofik. Untuk nama gaulnya Lola dan Airin,” katanya.

Lebih Lanjut, Menurut informasi usai dilakukan penyelidikan kedua pelaku telah melarikan diri ke luar Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Dari hasil penyelidikan kami keberdayaan kedua pelaku pelaku ini sudah berada diluar Sultra. Kami akan terus mengejar pelaku hingga di tangkap,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Mau Tampil Cantik dan Beda di Hari Istimewa, Tiara Make Up Kendari Bisa Jadi Pilihan

Fitrayadi menambahkan, jika pelaku belum juga berhasil diamankan, pihaknya akan melakukan menerbitkan Daftar pencarian Orang (DPO) Polresta Kendari.

“Kedua foto pelaku sudah kami dapat selanjutnya kita hari ini rencana melakukan daftar Pencarian Orang rang (DPO),” tambahnya.

Untuk diketahui,kronologis awal mula kejadian, dimana seorang pria yang merupakan korban menggunakan sebuah aplikasi medsos kemudian mengajak kencan salah satu dari dua pelaku.

Sesudah kencan, korban tak mampu membayar karena tak memiliki uang sehingga kedua pelaku melakukan penganiayaan hingga korban melaporkan ke pihak Kepolisian.

Print Friendly, PDF & Email