Ragam  

Nikmati Sinonggi, Makanan Khas Sulawesi Tenggara yang Selalu Bikin Ngiler

Ilustrasi potret makanan sinonggi.

SultraLight.Net – Indonesia dikenal memiliki banyak keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, tak terkecuali di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebuah Provinsi yang menyimpan ragam hayati yang bisa dijadikan sebagai makanan khas seperti tepung sagu yang dihasilkan dari pohon rumbia atau pohon sagu.

Dimana, pohon sagu banyak di temui di kawasan berair seperti di rawa-rawa, air tawar dan aliran sungai.

Pohon sagu yang sudah tua di potong menjadi beberapa bagian dengan ukuran 2 meter kemudian di belah menjadi dua bagian untuk dikeruk isi pohonnya dan dikumpulkan sampai banyak.

Kalau sudah tertampung, diendapkan berhari-hari sampai sagu menjadi padat dan berpisah dengan air. Setelah itu tinggal dimasukkan ke dalam karung dan siap dijual.

BACA JUGA :  Hari Kedua MPLS, Bey Machmudin Interaksi dengan Siswa SMAN 1 Parongpong

Tepung sagu jika diolah dan diproduksi bisa menghasilkan ragam panganan tradisional, diantaranya seperti Sinonggi.

Sinonggi merupakan makanan khas yang terbuat dari sari pati sagu. Kuliner satu ini menjadi menu yang dicari wisatawan ketika berkunjung ke Kota Kendari baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Sinonggi memiliki fungsi yang sama seperti nasi, telah menjadi makanan pokok bagi masyarakat daratan, yang memiliki kandungan karbohidrat, pas saat dihidangkan bersama lauk seperti sayur dan ikan.

BACA JUGA :  Makna Dibalik Lapa-lapa Makanan Khas Sulawesi Tenggara

Sebelum dimasak, sari pati sagu direndam di dalam baskom, atau sejenisnya, dengan menggunakan air dingin selama satu malam.

Biarkan hingga mengendap, kemudian air dibuang. Ketika akan diolah menjadi makanan, sagu dicairkan dengan air dingin secukupnya.

Lalu, siramkan air panas (sampai mendidih) sedikit demi sedikit sambil sagu diaduk-aduk hingga mengental.

Untuk hidangan pendampingnya bisa menggunakan ikan kuah kuning dan berbagai macam sayur yang direbus.

Masyarakat Suku Tolaki biasanya menyantap sinonggi bersama-sama yang disebut dengan tradisi Mosonggi. (Dilla)

Sultra Light