SultraLight.Net – Upaya memperkuat konektivitas ekonomi antar daerah kembali diperlihatkan melalui terjalinnya kerja sama strategis antara Bank Sultra dan Bank Jatim.
Kedua Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penggunaan jasa kustodian dan penguatan layanan prioritas, pada Rabu (19/11) di Claro Kendari.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, dan Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, serta turut disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kehadiran keduanya sekaligus memperkuat momentum penting dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim di Sulawesi Tenggara.
Kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai tindak lanjut pemenuhan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait konsolidasi perbankan dan pemenuhan modal inti minimum.
Dalam skema tersebut, Bank Jatim telah resmi masuk sebagai pemegang saham baru di Bank Sultra dengan penyertaan modal sebesar 3,26 persen.
Langkah ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas sinergi bisnis kedua BPD, terutama dalam layanan kustodian, pengelolaan surat berharga, serta peningkatan standar layanan prioritas bagi nasabah.
Penguatan ini dinilai penting di tengah tuntutan industri perbankan terhadap layanan yang lebih modern, aman, dan efisien.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi langkah strategis menuju penguatan ekonomi regional.
“Kerja sama ini adalah wujud komitmen kami dalam membangun sistem perbankan daerah yang lebih solid dan berdaya saing. Dengan dukungan Bank Jatim, Bank Sultra memiliki peluang lebih luas untuk memperkuat layanan kustodian, meningkatkan kapasitas bisnis, dan menghadirkan pelayanan prioritas yang lebih baik bagi nasabah,” jelasnya.
Andri menambahkan bahwa kolaborasi ini akan membuka ruang pengembangan bisnis baru yang tidak hanya berdampak pada internal dua bank, tetapi juga memberikan efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas peran BPD dalam pembangunan nasional serta menghubungkan potensi ekonomi antar daerah,” jelasnya.
Sementara itu, kehadiran dua gubernur menjadi penegasan bahwa kemitraan ini membawa misi lebih luas: memperkuat konektivitas ekonomi antara Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.
Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan dapat mendorong mobilitas investasi, perdagangan, dan peluang bisnis yang semakin besar di masa mendatang.
Dengan terjalinnya kemitraan strategis ini, Bank Sultra dan Bank Jatim optimistis dapat berperan lebih signifikan dalam membangun ekosistem perbankan yang lebih kuat, adaptif, dan inklusif di era baru perbankan.
Sinergi kedua BPD ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi regional dan memperkuat kontribusi perbankan daerah dalam pembangunan berkelanjutan.







