SultraLight.Net – Berkembangnya aktivitas pertambangan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menjadi penyebab keruhnya sumber mata air di Desa Roko-roko di Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sehingga, PT GKP membantah tuduhan tersebut, dimana dari hasil pengecekan lapangan bersama tim ahli Hidrologi dan Pemerintah Desa serta masyarakat setempat.
Dari hasil pengecekan, penyebab utama keruhnya sumber air dikarenakan adanya peningkatan curah hujan di Konkep yang tengah sedang pada fase pergantian musim.
Kondisi tersebut mendorong curah hujan dengan intensitas tinggi dibeberapa wilayah Konkep. Maka aliran air hujan membawa permukaan tanah sampai pada lapisan tanah.
Terlebih lagi, banyaknya anak sungai yang kering pada musim kemarau. Akibatnya ketika musim hujan datang, air hujan mengairi sungai-sungai kecil sampai pada sungai yang besar.
Maka terjadilah peluapan sungai hingga menerobos sampai pada sumber-sumber mata air yang menjadi konsumsi masyarakat khususnya di dua Desa yaitu Desa Sukarela dan Desa Dompo-dompo.
Camat Wawonii Tenggara, Iskandar menjelaskan saat musim hujan datang, jika air keruh karena tercampur dengan aliran air dari permukaan tanah, sebelum ada aktivitas pertambangan sudah sering terjadi di musim hujan.
“Saya selaku Pemerintah di Wilayah Wawonii Tenggara terus memantau jalannya aktivitas tambang, dan sumber air yang ada di wilayah kami tidak berubah,” jelasnya, Rabu, 12 Juli 2023.
Lebih lanjut, ketika musim hujan berganti kemarau, air sungai dari hulu sumber mata air kembali jernih seperti biasa.
“Jika pencemaran itu terjadi maka saya sebagai pemerintah atas nama masyarakat yang akan mengkritisi dan memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan karena konsumsi air bersih masyarakat disini berasal dari sungai yang besar dan kecil,” lanjutnya.
Dirinya juga menegaskan terkait isu dengan adanya pencemaran air bersih oleh PT. GKP akibat aktivitas yang sedang berlangsung, Iskandar memastikan bahwa hal demikian tidak benar adanya.
“Maka dari itu sekali lagi saya sampaikan isu pencemaran itu tidak ada,” tegasnya.
Iskandar mengapresiasi atas gerak cepat yang dilakukan perusahaan dalam upaya mengantisipasi ketersediaan air bersih untuk masyarakat.
“Kita perlu apresiasi perusahaan dengan langkah gerak cepat yang sudah dilakukan dalam rangka mengantisipasi persoalan hal yang cukup urgent,” ucapnya.
Sebab, apa yang sudah dilakukan PT. GKP menjadi bukti nyata, terutama bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Bahkan PT GKP mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi, dalam upaya penanganan air bersih.
“Itu harus kita apresias. karena air ini adalah kebutuhan primer bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Sukarela Jaya, Samaga menjelaskan bahwa masalah air bersih memang adalah permasalahan yang sangat vital.
“Kita perlu melakukan antisipasi dan mencari jalan alternatif untuk pemulihan agar kebutuhan air bersih warga tidak kekurangan,” paparnya.
Samaga menambahkan Pemdes bersama pihak perusahaan terus melakukan upaya dalam memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Perusahaan telah membantu melalui penyediaan Water Truck dengan kapasitas 5000 dan 8000 liter yang siap tersalurkan kerumah-rumah warga,” tambahnya.
Tidak hanya itu perusahaan juga menyediakan pembuatan sumur bor dan tandon untuk penampungan air bersih warga. Kemudian pihak perusahaan bersama masyarakat terus melakukan upaya mencari sumber air alternatif agar mengantisipasi musim hujan kedepannya seperti yang terjadi saat ini.
“Ketersediaan air bersih tetap memenuhi kebutuhan warga. Sebagai pemerintah desa setempat menghimbau agar tetap tenang, dan tidak muda terprovokasi, terutama bijak menanggapi informasi yang beredar diluar sana kondisi aktivitas didesa saat ini masih normal,” pungkasnya.







