Diimingi Bantuan Bedah Rumah, IRT di Muna Harus Menelan Pil Pahit Akibat Diperkosa OTK

Ilustrasi.

SultraLight.Net – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial F (33) harus menelan pil pahit, akibat diperkosa oleh orang tak dikenal (OTK) di pondok kebun miliknya di Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa naas itu terjadi pada hari Rabu, 18 Januari 2023 sekitar pukul 10.30 Wita. Dimana, sekitar pukul 10.00 Wita datang seorang laki-laki yang tidak dikenal di rumah korban (F) lalu bertemu dengan korban bersama suaminya berinisial HL.

Saat itu, orang tidak dikenal tersebut datang menawarkan korban bersama suaminya, bahwa akan didaftarkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah lalu meminta KTP dan Kartu Keluarga korban bersama suaminya untuk difoto oleh orang tidak dikenal tersebut.

Kapolsek Kabangka, IPTU Nexon menjelaskan bahwa kedatang seorang laki-laki yang tidak dikenal dirumah korban dan bertemu korban bersama suaminya tidak lain untuk menawarkan bantuan bedah rumah.

BACA JUGA :  Aniversarry 16 Tahun Pengabdian Bintara PK 14, Herfain: Jaga Nama Baik Angkatan Kita

“Saat itu, OTK tersebut datang menawarkan korban bersama suaminya bahwa akan didaftarkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah dan sempat meminta KTP dan Kartu Keluarga untuk difoto,” jelasnya, Jumat, 20 Januari 2022.

Beberapa saat kemudian, lanjutnya kakak korban memanggil suami korban untuk membantu membakar di kebun, sedangkan korban tinggal rumah bersama OTK dan seorang anak kecil korban yang baru berusia 1,4 tahun.

“Melihat tidak ada orang dalam rumah, OTK tersebut menawarkan kepada korban untuk dilakukan pengobatan spiritual dan membuang kesialan. Tiba-tiba saja suami korban kembali kerumah sesudah dari membakar dikebun,” jelasnya.

Usai pulang dari kebun, OTK tersebut menyuruh suami korban untuk mandi dan akan mengantar ke Kantor Kecamatan Kabangka dengan menggunakan kendaraan sepeda motor.

BACA JUGA :  Balita 2 Tahun di Konawe Jadi Korban Pencabulan Kakek Tua Hingga Alami Pendarahan

Tak lama kemudian, OTK kembali ke rumah korban dengan seorang diri atau tanpa suami korban, lalu masuk menemui korban untuk meminta KTPnya lagi.

“Saat korban menyerahkan KTP, OTK tersebut tidak mengambil, justru menyuruh korban untuk membuka celananya dengan alasan ingin mengobati dan membuang kesialan pada diri korban,” bebernya.

Akibat terdesak, korban mengikuti perintahnya dengan membuka celananya sampe dipaha dan OTK tersebut tanpa basa-basi langsung melakukan pemerkosaan kepada korban.

“Usai melakukan pemerkosaan OTK langsung pergi dengan alasan ingin menjemput suami korban. Dan atas kejadian tersebut korban mengalami rasa trauma dan melaporkan kejadian itu di Kantor Polsek Kabangka,” bebernya.

Print Friendly, PDF & Email