Buruh di Kawasan Industri Morosi Mogok Kerja, Begini Respons DPRD Konawe

Nampak terlihat Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Ulfiah SE, merespon dengan adanya aksi demonstrasi mogok kerja di Kecamatan Morosi.

SultraLight.Net – Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Ulfiah SE, merespon dengan adanya sejumlah karyawan PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) melakukan aksi demonstrasi mogok kerja di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu, 22 Maret 2023.

Ia menilai, bahwa perusahaan harus lebih koperatif dalam melihat isu, dimana setiap pekerja yang masuk mesti di rangkul.

“Jangan ada benturan sesama serikat, serikat-serikat buruh ini harus bersatu itu yang kita mau semua agar bagaimana kondusifitas perusahaan itu sendiri,” ungkapnya saat dihubungi melalui via wahtsaap.

Dimana, aliansi serikat buruh yang melakukan aksi demonstrasi mogok kerja, yang berlangsung di perusahan merupakan buah dari tuntutan yang tak kunjung terealisasi.

Dalam aksi, terdapat beberapa poin tuntutan, bahwa bagaimana perjanjian kerja bersama Pengurus Unit Pekerja (PUK) Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) ini harus terlaksana segera.

BACA JUGA :  PT VDNI Daftarkan 2000 Masyarakat Lingkar Tambang di BPJS Ketenagakerjaan

“Saya dan pimpinan DPRD meminta perpanjangan waktu dalam hal verifikasi data untuk proses perjanjian kerja bersama, sehingga tidak ada satu serikatpun yang dirugikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi Gerindra Sultra akan mengagendakan pertemuan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, untuk membahas perjanjian antara buruh dan perusahaan.

“Nanti kita bicarakan setelah ada pertemuan berikutnya, kita ada agendakan pertemuan berikutnya bersama Disnakertrans Provinsi mudah-mudahan segera terlaksana itu,” paparnya.

Dirinya juga mengupayakan, untuk para pekerja di PT. VDNI dan PT. OSS harus segera terlaksana, dengan meminta kepada perusahaan untuk bagaimana ada perpanjangan waktu dalam hal validasi data.

“Memang penekanannya bahwa ini harus ada perjanjian kerja bersama antara serikat-serikat buruh dan pihak perusahaan, ini harus segera terlaksana,” ujarnya.

BACA JUGA :  BPVP Kendari Terima 7 Alat Berat Senilai Rp9,35 Miliar dari PT VDNI

Wanita yang sering disebut anak pantai itu juga terus mengigatkan untuk tetap menjaga kondusifitas kawasan industri morosi.

“Kesimpulannya bahwa bagaimana kita semua harus menjaga kondusifitas iklim industri ini seperti itu, iklim investasi harus kita jaga bersama kalau misalnya seperti ini terus. Pihak perusahaan juga harus ada memediasi agar tidak terjadi hal seperti ini lagi,” ucapnya.

Dirinya juga telah melakukan koordinasi ke pihak Disnakertrans Sultra untuk menfasilitasi perundingan antara pihak perusahaan dan para serikat buruh.

“Karna tadi belum mencapai kesepakatan, kami telah melakukan koordinasi ke pihak Disnakertrans Provinsi untuk selanjutnya bersama-sama menfasilitasi perundingan antara pihak perusahaan dan para serikat buruh,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email