SultraLight.Net – Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sulawesi Tenggara menggelar pertemuan strategis sekaligus ajang silaturahmi bertajuk Sunset Privat Trip di atas Kapal Pinisi Kendari, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang dihadiri para pimpinan bank umum se-wilayah Kendari ini menjadi momentum penting bagi sektor perbankan dalam memperkuat sinergi dan mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah.
Dalam acara tersebut, Bank Sultra berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Akuisisi QRIS sepanjang tahun 2025, sebuah prestasi yang mencerminkan komitmen bank daerah ini dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Tenggara.
Penghargaan tersebut diserahkan di hadapan anggota BMPD Sultra yang berada di bawah koordinasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Capaian Bank Sultra dalam pengembangan QRIS sepanjang tahun 2025 tercatat cukup signifikan. Data menunjukkan jumlah pengguna QRIS mencapai 16.894 orang, dengan 649 merchant yang telah terintegrasi, serta volume transaksi sebanyak 403.373 transaksi.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim dalam mendorong transformasi digital.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Bank Sultra terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan lebih dari 400 ribu transaksi QRIS di tahun 2025, kami berkomitmen untuk terus memperluas akses keuangan digital bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain penyerahan penghargaan QRIS, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Album Rupiah Meambo 2026, sebuah karya orisinal dari KPwBI Sultra yang berisi 10 lagu dan telah tersedia di platform Spotify.
Album ini dihadirkan sebagai bagian dari kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, dengan pendekatan kreatif melalui seni musik untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap Rupiah.
Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan antar-bank di tengah tantangan target kinerja perbankan tahun 2026.
“Di tengah kesibukan mengejar target, forum ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menyelaraskan program kerja demi memperkuat digitalisasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, BMPD Sultra juga memaparkan peningkatan anggaran program kerja tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp1,22 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus utama anggaran diarahkan pada perluasan digitalisasi sistem pembayaran serta penguatan edukasi keuangan masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi diskusi santai sambil menikmati suasana matahari terbenam di Teluk Kendari, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak untuk terus mendorong penggunaan QRIS sebagai bagian dari percepatan transformasi ekonomi digital di Sulawesi Tenggara.







