1

Bangun Jiwa Preneurship di Sultra, KKSS Gelar Pelatihan Bagi UMKM Melalui Pengembangan Inovasi

Ketgam: Saat Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mendatangi stand para pelaku UMKM yang mengikuti Bootcamp ASR Preneurship 2022.

SultraLight.Net – Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koprasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Bootcamp ASR Preneurship 2022, Senin, 29 Agustus 2022.

Kegiatan yang dilakukan guna memberikan pembelajaran kepada para pelaku usaha yang tersebar di 17 Kabupaten/kota yang ada di Sultra mengenai digital marketing, hingga perencanaan bisnis.

Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk para UMKM. Karena pelatihan ini penting dalam pengembangan inovasi dan juga rangka memasarkan produk.

“Hari ini baru sempat kita buka kegiatan pelatihan, dimana harus mengubah mainsed mereka, dari pebisnis biasa, ke yang lebih bagus,” ungkapnya, usai membuka kegiatan.

Selain itu, pelatihan yang diikuti puluhan UMKM akan didampingi untuk mendapatkan akses pemasaran, sehingga market dapat menjadi luas.

BACA JUGA :  Semarak Kemerdekaan, DPD Gerindra Sultra Gelar Zumba Massal

“Jadi bisa menjadi pengusaha yang lebih baik lagi, selain itu kita berikan pendampingan, inilah proses-proses yang kita lakukan sekarang,” jelasnya.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan pelaku usaha yang nantinya dapat membuka peluang usaha yang lebih menarik.

“Sebelumnya mereka yang tadinya kesulitan terkait kemasan, seperti mereka beli di Jawa dengan harga mahal, kini mereka dilatih, dilakukan pendampingan agar mampu membuat sendiri dan akan lebih murah sehingga bisa bersaing,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang UMKM dan Koperasi KKSS Sultra, Dr Rosnawintang mengatakan megiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha di Kabupaten kota.

Pasalnya ada 312 pelaku usaha sebelumnya yang mendaftar, namun yang mengirim susunan perencanaa hanya 165 orang, dan tahap terakhir yang lulus hanya 30 orang.

BACA JUGA :  Soal Bentrok di PT GNI, KSPN Buruh Sultra Minta Kehadiran Negara Lindungi Para Pekerja

“312 yang mendaftar, dari 312 ini, 165 yang mengirim perancangan bisnis, tetapi dari 165 ini kami tidak bisa mengkover semuanya karena terbatas dan kami juga mencari Jagoan lokal kreatif,” ujarnya.

Ketua penyelenggara menambahkan, adapun usaha yang ditampilkan oleh puluhan UMKM ini, adalah olahan pangan, kerajinan craft, aplikasi dan beberapa lainnya.

“Ada 4 UMKM yang dominan masuk, ada olahan pangan, kemudian kedua itu kuliner dan yang ketiga itu kerajinan craft kemudian ada aplikasi. Jadi bootcamp ini akan dilatih mulai dari bagaimana bisnis mainset para UMKM, Dibekali dengan perencanaan bisnis sampai punya brand,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email