Adu Mulut Saat Pesta Miras, Nelayan di Muna Bacok Temannya Pakai Parang

Ketgam: Nelayan berinisial LF (33) ditangkap Polisi usai melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang.

SultraLight.Net – Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Muna menangkap seorang nelayan berinisial LF (33).

Pria tersebut ditangkap kasus penganiayaan menggunakan sebilah parang di Desa Lasunapa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Jumat, 18 Maret 2022 kemarin.

Kasat Reskrim Polres Muna, IPTU Astaman Rifaldy Saputra mengatakan, awal mula kejadian ketika pelaku bersama korban sedang duduk berdua menikmati minuman keras (miras).

Keduanya pun telibat adu mulut. LF yang marah pun menuju rumah untuk mengambil parang.

BACA JUGA :  Semarak di HUT ke-63 Konawe, Tampilkan Kerukunan Etnis di Karnaval Budaya

“Pelaku ini langsung pergi ke rumah korban sambil membawa parang. Diperjalanan pelaku melihat korban bersama istrinya. Tak berpikir panjang langsung mengayunkan parang namun ditangkis,” ucap Astaman, Sabtu, 19 Maret 2022.

Tak sampai disitu, pelaku kembali mengayunkan parang dan tebasan tepat mengenai kepala korban. Kemudian tersangka pergi meninggalkan korban.

“Tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan, dan motif pelaku melakukan kejahatannya karena berada dalam pengaruh minuman keras,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gagas Program Kredit Nol Persen, Pj Bupati Konawe Sebut Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Mendukung UMKM

Untuk diketahui, tersangka pernah ditahan di Polresta Kendari atas tuduhan pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada tahun 2016 dengan vonis kurungan 5 bulan penjara.

Sementara untuk kasus penganiayaan ini, tersangka akan dikenakan Pasal 353 ayat (1) KUHP subsiber Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman 4 tahun Penjara. (Rz)

Print Friendly, PDF & Email