Terganggu Aktivitas Pertambangan, Puluhan Siswa SD di Konut Blokade Jalan

Ketgam: Saat Siswa Sekolah Dasar di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut) menutup akses jalan.

SultraLight.Net – Puluhan anak siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut) menutup akses jalan yang dilalui truk pengangkut dari aktivitas tambang.

Penutupan akses jalan yang dilalui truk pengangkut dari tambang itu karena ditengarai kerusakan jalan perkampungan akibat aktivitas tersebut.

Terlihat anak siswa Sekolah Dasar itu masih menggunakan seragam, menutup jalan menggunakan bangku sekolah dengan memblokade jalan yang biasanya dilalui truk tambang.

Salah satu masyarakat setempat yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, aksi yang dilakukan anak SD itu, karena merasa terganggu dari aktivitas pertambangan saat proses belajar.

BACA JUGA :  Aroma Korupsi Rp2 Miliar di USN Kolaka, Jaksa Bidik Peran Pimpinan

“Ia mereka merasa terganggu dan debu karena aktivitas pertambangan dan kebetulan tepat di depan jalan tempat sekolah mereka,” jelasnya saat dikonfirmasi kepada media ini, pada Rabu, 1 Juni 2022.

Saat ditanya perusahaan apa yang sedang berkativitas melakukan penbangan, ia tidak mengetahui perusahaan apa yang sedang beraktivitas di desa tersebut.

Selain jalan, kata dia, warga juga keluhakan air bersih karena diduga akibat pertambangan itu.

BACA JUGA :  Dukung Legalitas UMKM, Kemenkumham dan Kadin Sultra Sepakat Wujudkan 1000 Sertifikat Izin Usaha

“Akibat pertambangan ini mata air kami di rusak hingga berlumpur, yang diduga akibat pertambangan itu,” bebernya

Ia juga menambahkan, pihak perusahaan yang melakukan pertambangan tidak adanya respon untuk melakukan perbaikan atas dampak yang mereka lakukan seperti rusaknya jalanan umum.

“Selalu tidak ada respon dari perusahaan, jadi pemerintah segera melakukan tindakan kepada perusahaan yang menambang,” pungkasnya.

Sultra Light