Perdana di Sultra Kades Terpilih Pendidikan di SPN, KSK: Ini Kepentingan Bersama

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) usai memimpin upacara penerimaan peserta peningkatan kualitas bagi Kades yang terpilih.

SultraLight.Net – Untuk kali pertama, 166 Kepala Desa (Kades) terpilih mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN), yang terletak di Kelurahan Anggotoa, Kecamatan Wawotobi, Rabu, 1 Februari 2023.

Pendidikan para kades itu rangkaian dari pelatihan peningkatan kapasitas untuk Kades terpilih se-Kabupaten Konawe.

Acara itu dibuka langsung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) dan dihadiri Kepala SPN Anggotoa, Kombes Pol Jemi Junaidi, SIK., MM sebagai tuan rumah. Turut hadir jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Konawe.

Hal tersebut dilakukan, sebagai konsisten dengan komitmennya untuk meningkatkan kualitas Kades yang dilantik.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) memimpin langsung upacara penerimaan peserta peningkatan kualitas bagi Kades yang terpilih.

Dalam upacara tersebut terlihat ratusan Kades terpilih dalam Pemilihan Kades Serentak akhir 2022 lalu menjadi peserta peningkatan kualitas di SPN Anggotoa Polda Sultra.

Seluruh Kades nampak mengenakan Topi Putih, Baju Kemeja Putih dan Celana Hitam dan berbaris menjadi peserta Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Dua Periode, KSK.

Dalam amanahnya, Bupati Konawe dengan deretan penghargaan Nasional itu meminta para Kades agar serius mengikuti Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari.

Karena menurutnya, meskipun singkat peningkatan kualitas ini sangat dibutuhkan para Kades agar memaksimalkan pelayan terhadap masyarakat.

“Para Peserta harus serius jangan main-main, karena ini untuk kepentingan kita bersama, dan saya yakin dengan pembekalan di SPN Anggotoa ini meskipun singkat akan menciptakan Kades yang lebih disiplin karena terbukti banyak Polisi-polisi hebat yang lahir dari sini,” ucapnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe para Kades yang mengikuti Bimtek di SPN Anggotoa Polda Sultra akan mendapatkan pembekalan tentang mental dan kedisiplinan diri.

“Yang terpenting tentang Kedisiplinan, karena kalau Kadesnya disiplin saya yakin pelayanan masyarakat akan maksimal,” paparnya.

Pastinya, di SPN Anggotoa, para Kades terpilih, bakal menerima materi terkait latihan dasar mental dan disiplin.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Konut Lakukan Kerjasama di 9 Perguruan Tinggi dan 4 Rumah Sakit di Sultra

“Jika keluar dari pelatihan ini mental Kades sudah menjadi mental-mental pemimpin yang berkualitas dan tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

KSK menjelaskan bahwa diadakannya pelatihan tersebut ialah berupa penguatan kapasitas aparatur pemerintah desa, sinergitas penyusunan dan penyelenggaraan kebijakan desa.

Terlebih dalam mengembangkan kapasitas kedes dalam mimpinan demokrasi perencanaan pembangunan, serta tata kelola pemerintahan desa.

“Sesuai dengan Pasal 6 Permendagri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa bahwa yang terpilih atau wajib mengikuti pelatihan awal masa jabatan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMP) Kabupaten Konawe. Sementara peserta, sebanyak 166 Kades terpilih yang menggelar Pilkades Oktober 2022 ikut dalam kegiatan tersebut.

Dari 166, terdapat 5 Kades lainnya berhalangan hadir dengan alasan, sakit (2 orang), umroh (2 orang) dan perjalanan dinas keluar daerah (1 orang).

“Saat melaksanakan pelatihan 166 desa itu, mereka bisa saling bertukar informasi antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten maupun sesama pemerintah desa,” kata orang nomor satu di Konawe itu.

KSK menambahkan dalam proses pelatihan di SPN Anggotoa, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kedisiplinan para Kades. Selain itu, dipilihnya markas Polisi sebagai menjadi hal perdana di Provinsi Sulawesi Tenggara, bahkan di Indonesia.

“Ini bisa memberikan motivasi agar bisa bekerja lebih baik. Karena pelatihan di tempat seperti ini (SPN Anggotoa) baru dilakukan di Konawe, maka bersyukurlah dan ikuti prosesnya sampai selesai,” tutunya.

Dalam pembinaan ini, Kades sebagai pemimpin diharapakan mampu memahami tata kelola pemerintah desa maupun rencana pembangunan jangka menengah atau RPJM sesuai dengan kewenangan dan tetap mengacu pada perencanaan pembangunan kabupaten.

BACA JUGA :  Intip Serunya Karnaval Budaya di HUT ke-63, KSK: Ini Kekayaan Konawe yang Sesungguhnya

“Sekaligus mampu berkoordinasi, menggali, dan mengembangkan potensi serta inovasi yang ada di desa, sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dihadapan kepala desa, Bupati 2 Periode itu, meminta keseriusan dalam mengikuti pelatihan itu. Apalagi pelatihan tersebut sudah diatur dalam undang-undang.

“Kepala desa dituntut untuk memahami aturan dalam penyelenggaraan pemerintah desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban dan laporan, karena desa mengelola anggaran yang cukup besar,” pintanya.

Maka dari itu Kery menginginkan, agar tidak ada lagi kepala desa membuat kegiatan dan laporan fiktif yang bisa menjerumuskan diri ke jeruji besi.

“Saya tidak mau mendengar kepala desa di Kabupaten Konawe melaksanakan penyelenggaraan kegiatan dan pengelolaan keuangan desa di luar ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPMD Konawe, Keni Yuga Permana menuturkan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari dan berakhir pada Sabtu, 4 Februari 2023.

“Kegiatan ini akan berlangsung empat hari, agar kepala desa bisa memahami kapasitasnya sebagai pemimpin dan mampu memberi contoh yang baik kepada masyarakatnya,” tuturnya.

Selama empat hari itu, 166 kepala desa akan menerima materi dari Kejaksaan, Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), Inspektorat, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan DPMD.

“Semoga dengan pelatihan tersebut dapat mengoptimalkan pembangunan desa, memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa, menyelenggarakan administrasi, melakukan pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, KSK saat acara penandatanganan Pilkades Damai Oktober 2022 lalu pernah berjanji akan memberikan pendidikan khusus para Kades di SPN Anggotoa. Hari ini, janji tersebut ia realisasikan dan diklaim menjadi program perdana yang digelar di Indonesia. (Adv)

 

Print Friendly, PDF & Email