Intip Keindahan dan Keajaiban Mata Air Seratus di Wakatobi

Pantai Mata Air Seratus itulah nama lain dari Pantai Moli’i Sahatu yang terletak di Desa Patuno, Kecamatan Wangi-wangi, Wakatobi, Sultra.

SultraLight.Net – Bila ke Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), jangan lupa datang ke Pantai Moli Sahatu. Pantai ini punya keunikan berupa mata air tawar, padahal ada di pinggir laut yang asin.

Uniknya tidak hanya satu, tapi ada ratusan mata air. Pantai Mata Air Seratus itulah nama lain dari Pantai Moli’i Sahatu yang terletak di Desa Patuno, Kecamatan Wangi-wangi, Wakatobi, Sultra.

Lokasi tersebut, terhubung dengan jalan darat yang memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit. Perjalanan bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari pusat Kota Wangi-wangi.

Perjalanan bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari pusat Kota Wangi-wangi. Lokasi pantai ini juga berdampingan dengan Pantai Patuno.

Selain keindahan pantainya yang berpasir putih dan air laut yang biru jernih, Pantai Moli Sahatu punya keunikan alam, yaitu munculnya ratusan mata air tawar yang keluar dari sela-sela batuan dan pasirnya.

BACA JUGA :  Jaksa Periksa Mantan Kadis Nakertrans Konsel Dicecar 37 Pertanyaan

Pantai tersebut, masyarakat kerap menyebutnya, Moli’i Sahatu (bahasa lokal) atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia mata air seratus. Sesuai dengan namanya, memang di pantai ini dipenuhi dengan ratusan mata air.

Terlebih lagi, pengunjung akan menganggap bahwa air yang mengalir Moli’i Sahatu rasanya asin, namun uniknya mata air yang mengalir dari sela-sela bebatuan ini rasanya tawar.

Berada tepat di bibir pantai. Mata air ini sering dikunjungi para pemuda dan pemudi.

“Disebut Moli’i Sahatu karena memiliki makna dalam bahasa daerah moli’i yang berarti mata air, sedangkan sahatu yang berarti seratus,” ungkapnya, Selasa, 3 Mei 2022.

Masyarakat setempat juga menyakini bila  air yang mengalir dari sela-sela batu, jika diminum atau diusap ke wajah, berkhasiat dapat membuat seseorang awet muda.

BACA JUGA :  Geledah Isi Daster Anak SMA, Pria Asal Kabaena Diciduk Petugas

“Dulu mata air itu digunakaan oleh warga setempat untuk mencuci atau sekedar mandi, namun karena banyak masyarakat yang sudah memiki sumur sehingga sekarang sudah jarang. Namun sekarang banyak pengunjung yang mendatangi mata air tersebut untuk berkemah,” ungkap Musfan salah satu warga Desa Patuno.

Selain itu, terdapat mitos yang dipercayai masyarakat setempat bahwa air tersebut beberapa waktu lalu, pantai ini pernah membludak dikunjungi oleh masyarakat. Sebab ada yang bermimpi bahwa air dari Moli’i Sahatu bisa mencegah virus Corona (Covid-19).

Keunikan Pantai Moli’i Sahatu merupakan daya tarik tersendiri agar dapat menarik minat wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut.

Print Friendly, PDF & Email