Di Akhir Masa Jabatan KSK, Konawe Bertabur Penghargaan Nasional

saat Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa menjadi salah satu tamu kehormatan pada acara puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-27 tahun 2023, yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Sabtu (29/4/23).

SultraLight.Net – Telah menjadi rahasia umum jika diakhir masa jabatan Kepala Daerah tak lagi memikirkan daerah dan masyarakat melainkan memikirkan pribadinya sendiri.

Namun itu tak berlaku untuk Kepala Daerah satu ini, yaitu Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK), pasalnya di akhir masa jabatannya dirinya bertabur penghargaan nasional akibat prestasi gemilangnya dengan kinerjanya membangun daerah untuk kepentingan rakyat dan diapresiasi langsung oleh Pemerintah Pusat.

Mulai dari penghargaan pengelolaan keuangan, investasi tertinggi secara nasional, penghargaan dibidang kesehatan, desa cantik dan yang terbaru adalah Konawe dinobatkan sebagai Kabupaten dengan Kinerja tertinggi di Indonesia Bagian Timur.

Bahkan Kabupaten Konawe mengalahkan ratusan kabupaten yang ada di Indonesia dan masuk dalam 10 besar Kabupaten Berkinerja Tertinggi.

Hal tersebut terlihat saat Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa menjadi salah satu tamu kehormatan pada acara puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-27 tahun 2023, yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Sabtu (29/4/23).

Dirinya menjadi satu dari 10 Bupati se-Indonesia penerima reward Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkinerja tertinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2022 yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Upacara puncak peringatan Hari Otda itu, dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam kesempatan itu, Tito Karnavian menyerahkan langsung piagam penghargaan bagi 10 Bupati, 10 Walikota, serta Tiga Gubernur berkinerja tertinggi tahun 2022.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu mengaku bangga atas apresiasi dari Kemendagri tersebut. Dirinya mengaku siapapun pasti merasa senang dan bangga mendapatkan piagam penghargaan dari Mendagri.

Begitupun seperti yang dirasakannya atas kesuksesan membawa Konawe masuk 10 besar Pemkab berkinerja tertinggi se-Indonesia tahun 2022.

“Menerima penghargaan itu, semua orang pasti senang. Begitupun saya pribadi. Cuma, kita kerja itu bukan dalam rangka dinilai,” ucap Kery Saiful Konggoasa, usai menerima penghargaan dari Mendagri, Tito Karnavian.

BACA JUGA :  Putranya Naik Pangkat, KSK Ungkapkan Rasa Bangga di Momen HUT Bhayangkara

Namun, itu tak membuatnya puas dan menganggap biasa-biasa saja, karena yang dilakukan selama memimpin Kabupaten Konawe adalah sesuatu yang memang telah diprogramkan sesuai visi dan misi.

“Saya bekerja saja untuk kesejahteraan masyarakat. Kalaupun diapresiasi Pemerintah Pusat, kita syukur Alhamdulillah dan tentu bangga, karena kita yang terbaik,” jelasnya.

Atas penghargaan ini, KSK mengaku biasa-biasa saja karena yang dilakukan selama memimpin Konawe, bahkan dirinya akan terus tertujuh pada kebutuhan dasar yang diinginkan masyarakat baik segi infrastruktur, kesehatan, pertanian dan pendidikan.

“Kepedulianku selama ini justru tertujuh pada kebutuhan dasar. Bagaimana infrastruktur penting yang dibutuhkan masyarakat, yang dibutuhkan petani. Bagaimana infrastruktur pendidikannya, kesehatannya. Dan, alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Konawe jauh di atas rata-rata,” kepasnya.

Bahkan pertumbuhan ekonomi Konawe justru “menyuntik” pada pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara. Penghargaan Kemendagri yang diberikan menjadi tantangan untuk lebih baik lagi.

“Senang dan bangga di satu sisi, disisi lain, ini adalah tantangan untuk lebih baik lagi. Dan, Insya Allah, ketulusan dan sukses yang kita raih di Konawe, itu juga yang mendorong saya berpikir membangun kabupaten lain,” tutur KSK.

Kinerja tertinggi yang dinobatkan Kemendagri kepada pemerintahan KSK di Konawe, dinilah oleh KSK sebagai penambah semangat dalam rencana besarnya. Kata KSK, Sultra ini luas, topografinya menantang sebagai provinsi kepulauan, sumber daya alamnya luar biasa.

“Jika tak dikelola secara bijak, jika dikelola atas dorongan kepentingan diri dan kelompok, saya khawatir, sumber daya alam yang mestinya untuk kesejahteraan, justru berubah menjadi kerugian dan mungkin juga malapetaka. Karena itu, saya ingatkan warga Sultra, hati-hati memilih pemimpin. Sultra ini daerah kaya,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan menerangkan, penghargaan yang diberikan Mendagri Tito Karnavian kepada Bupati Konawe merupakan apresiasi pemerintah pusat atas komitmen tanggungjawab pimpinan daerah didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Petakziah Terus Berdatangan ke Gedung Pakuan Warga, Kepala Daerah, Hingga Dubes Sampaikan Dukacita

Lebih spesifik, subtansinya yakni menyangkut komitmen Bupati dan DPRD yang melihat bahwa program itu harus terencana dari awal, pelaksanaannya konsisten, dan pelaporan terhadap capaiannya sesuai dengan yang direncanakan didalam RPJMD Konawe. Semua itu, lanjut Ferdinand Sapan, tidak bisa berlangsung instan. Melainkan berlangsung berdasarkan tahapan RPJMD.

“Prestasi ini harus kita pertahankan bahkan kita tingkatkan ditahun 2023. Kalau sekarang Konawe ranking 9 nasional pemkab berkinerja tertinggi se-Indonesia, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih bagus lagi. Tentunya, semua itu tergantung komitmen pimpinan daerah. Termasuk DPRD, serta OPD terkait lingkup pemkab Konawe,” imbuhnya.

Sebenarnya penghargaan serupa oleh Kemendagri tersebut, sejak tahun lalu sudah didapat Konawe. Hanya saja, ditahun 2021 Kemendagri tidak mengeluarkan rilis resmi daerah berkinerja tertinggi lantaran pertimbangan Covid-19 dan faktor lainnya.

Mantan Kepala BPKAD Konawe itu menjelaskan, substansi yang menjadi penilaian pemerintah pusat atas reward tersebut, yakni bagaimana makro ekonomi, bagaimana capaian sektoral, dan bagaimana capaian yang menjadi prioritas unggulan pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu sendiri.

Capaian itu, sambungnya, pasti mengarah kepada amanat Undang-undang (UU) Otda, yang mana, tujuan UU Otda itu yakni bagaimana mensejahterakan masyarakat.

Tujuan akhir dari semua UU itu adalah untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk UU Otda. Kedua, peningkatan pelayanan publik. Serta, peningkatan kemandirian dan daya saing daerah.

“Seperti penyampaian Pak Mendagri Tito Karnavian tadi, bahwa arah dari semua tujuan pembangunan itu ialah bagaimana mensejahterakan masyarakat melalui kemandirian daerahnya. Terutama, kemandirian fiskal. Kemandirian fiskal itu tidak bisa kalau terwujud kalau tidak ada inovasi serta komitmen pimpinan di daerah tersebut,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email