SultraLight.Net – Merespon fluktuasi harga minyak goreng kemasan, hingga curah, serta kelangkaan stok di pasaran beberapa waktu terakhir, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) akan menambah suplai minyak goreng subsidi ke pasar.
Pergerakan harga ini, bahkan menunjukkan trend merangkak naik melampaui harga eceran tertinggi beberapa waktu belakangan. Bahkan dibeberapa daerah sudah menunjukkan tanda kelangkaan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan tercatat, pihak Kemendag telah meminta kepada pengusaha agar menaikan produksi dan pasokan minyak goreng bersubsidi ke pasar.
“Kemendag akan menambah suplai minyak subsidi atau minyak goreng,” singkatnya.
Selain itu, menyikapi ketersediaan stok yang mulai langkah akibat permintaan yang tinggi, pihak Kemendag juga akan membatasi pendistribusian minyak bersubsidi ke retail-retail modern, dan mengurangi suplai yang akan dijual secara online.
Menteri Perdagangan, juga mewacanakan pembelian minyak goreng subsidi diwajibkan menunjukkan KTP, agar tidak ada pihak yang membeli minyak goreng bersubsidi secara berlebihan atau untuk dijual kembali.
“Kepada pedagang juga memberi peringatan agar tidak menjual minyak goreng diatas eceran tertinggi yakni 14 ribu rupiah perliter,” lanjutnya.
Segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah, tidak lepas dari usaha untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat khususnya jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2023.







