Gelontorkan Bantuan Pangan di 28 Kecamatan, Bupati Konawe: Kita Ingin Bantuan Benar-benar Tepat Sasaran

Saat Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) me-launching penyaluran cadangan pangan kepada salah satu warga.

SultraLight.Net – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) me-launching penyaluran cadangan pangan pemerintah untuk warga di Kantor Kecamatan Pondidaha, Kamis (13/4/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Perum Bulog Unaaha, Muhammad Abdan Djarmin, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah dan kepala desa. Turut hadir juga ratusan warga yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) dari program tersebut.

Kepala Perum Bulog Unaaha dalam sambutannya menerangkan, kegiatan penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan kerja sama antara Pemkab Konawe, Bulog Unaaha sebagai penyedia beras dan PT Pos Indonesia sebagai transporter.

“Beras yang disalurkan ini semuanya merupakan hasil dari petani-petani kita di Konawe dan telah melalui pemeriksaan kualitas sehingga layak untuk disalurkan,” ujar Abdan.

Ia mengungkapkan, jumlah KPM yang mendapat bantuan dari program tersebut sebanyak 22.550 KPM. Jumlah itu tersebar di 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe.

Masing-masing KPM akan menerima 10 kg. Dan penyalurannya akan dilakukan mulai hari ini sampai tanggal 18 April. Setiap KPM akan menerima bantuan tersebut selama 3 bulan, yakni April, Mei dan Juni.

BACA JUGA :  Ulfiah Apresiasi Penanaman 3.800 Mangrove di Kecamatan Soropia

“Total beras yang mulai kita salurkan bulan ini mencapai 225,5 ton,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Bupati Konawe, KSK dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo.

“Kita bersyukur sekali dan berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah mencanangkan program ini,” ungkapnya.

Menurutnya, di era Jokowi perhatian pemerintah kepada masyarakat lebih optimal. Salah satunya, dengan program bantuan cadangan pangan tersebut.

Sebab, di tengah keterbatasan dan kesulitan yang dihadapi, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa berharap agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup hemat.

“Saya minta kita semua atur pengeluaran dengan baik, kadang harga-harga naik lalu turun kemudian naik lagi, pengeluaran yang tidak begitu penting sebisa mungkin dibatasi” ucapnya.

Terlebih bahwa penyaluran cadangan pangan pemerintah ini merupakan bantuan pangan yang dilaksanakan serentak di seluruh Nusantara.

Kegaiatan ini dalam rangka antisipasi, mitigasi, dan penanggulangan kekurangan pangan yang dapat berdampak pada terjadinya krisis pangan dan gizi, pengendalian inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga.

BACA JUGA :  Inovasi 'Si Abang Tampan Asri' Perkuat Ketahanan Pangan di Konsel

Bupati dua periode itu mengungkapkan, bantuan tersebut dilakukan dilakukan dalam rangka mitigasi terhadap penanggulangan kekurangan pangan yang akan berdampak terjadinya krisis gizi.

Selain itu, bantuan pangan berupa beras selama 3 bulan ke depannya juga diharapkan bisa mengendalikan inflasi terlebih jelang lebaran.

Pada kesempatan itu, KSK juga menekankan kepada camat, lurah dan kepala desa untuk aktif memantau proses penyaluran bantuan tersebut. KSK ingin memastikan program itu bisa benar-benar tepat sasaran.

“Kita ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Kualitas dan takaran berasnya juga benar-benar sesuai standar,” terangnya.

Untuk diketahui, jumlah KPM terbanyak dalam penyaluran bantuan tersebut ada di Kecamatan Wawotobi, yakni sebanyak 1496 KPM.

Urutan kedua dan ketiga masing-masing, yakni Kecamatan Tongauna 1462 KPM dan Uepai 1383 KPM. Paling sedikit, yakni Tongauna Utara yang hanya 2 KPM.

 

admlight