Jelajahi Pesona Wisata Sulawesi Tenggara: Surga Instagram dengan Banyak Spot Foto yang Hits!

Ilustrasi pemandangan alam yang spektakuler.

SultraLight.Net – Sulawesi Tenggara adalah surga bagi para penggemar petualangan dan pecinta alam.

Dengan pemandangan alam yang spektakuler dan spot-spot foto yang memukau, Sulawesi Tenggara menjadi pilihan liburan yang memuaskan dan mengesankan.

Berikut adalah 5 wisata hits di Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak spot foto yang menarik:

1. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terletak di Tatangge, Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Taman nasional ini menawarkan pemandangan alam yang memukau, termasuk hutan, padang sabana, dan muara indah bernama Muara Lanowulu yang dikelilingi oleh hutan bakau.

Berbagai jenis fauna dilindungi juga dapat ditemukan di sini, termasuk burung kacamata Sulawesi, burung maleo, burung pelatuk kelabu, kakaktua jambul, dan bangau susu putih.

Selain itu, Gunung Watumohai yang terdapat di dalam taman nasional ini menawarkan keanekaragaman tumbuhan, termasuk pohon rotan dan liana.

2. Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton atau dikenal juga sebagai Benteng Wolio karena dibangun di atas Bukit Wolio.

Benteng ini berada di Kota Baubau, ibu kota Kabupaten Buton, dengan luas mencapai 23,375 hektare (ha) dengan panjang keliling tembok benteng mencapai 2.740 meter, Sebagai pembanding, luas Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, adalah 15,129 (ha).

Karena luasnya itu, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama Guinness Book of World Record pada September 2006 menobatkan Benteng Wolio sebagai bangunan pertahanan terluas di dunia.

Terletak di puncak bukit setinggi 100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan lereng yang cukup terjal menjadikan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.

Dari tepi benteng tampak pemandangan menakjubkan Kota Baubau dan hilir mudik kapal di Selat Buton. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton.

Benteng didirikan sebagai pusat pertahanan dan peradaban masyarakat Buton saat menghadapi penjajah Portugis, selain melindungi diri dari serangan bajak laut.

BACA JUGA :  Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Lerepako Ditahan di Rutan Punggolaka Kendari

Pada bagian-bagian bukit yang terjal, tinggi tembok mencapai delapan meter dengan ketebalan sampai dua meter. Pada bagian dalam sisi timur dan selatan terdapat turap-turap sebagai penahan atau penguat.

Benteng Keraton Buton memiliki empat buah boka-boka atau pos pengintai (bastion) di empat penjuru, 12 buah lawa atau pintu gerbang, 16 benteng kecil (baluara), parit dan sistem persenjataan berupa badili atau meriam sepanjang buatan Portugis dan Belanda.

Di dalam Benteng Keraton Buton terdapat Masigi Ogena atau Masjid Agung, istana sultan (kamali), makam-makam sultan, dan pejabat tinggi serta rumah adat malige.

3. Puncak khayangan, Pulau Tomia, Wakatobi

Pulau Tomia, salah satu destinasi tersembunyi yang dimiliki oleh Kepulauan Wakatobi, kembali mencuri perhatian para wisatawan dengan daya tariknya yang menakjubkan.

Puncak Kahyangan, sebuah bukit rumput yang terletak di Pulau Tomia, menjadi tujuan favorit para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian.

Dari puncak bukit ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Wakatobi dengan segala keindahannya dari ketinggian.

Terutama saat matahari terbenam, momen tersebut seringkali diabadikan oleh para pengunjung menggunakan kamera telepon seluler, termasuk fotografer profesional.

Bagi mereka yang ingin menikmati keindahan Puncak Kahyangan lebih lama, tersedia opsi menginap di area perbukitan tersebut.

Dengan menginap, pengunjung dapat menikmati kecantikan bintang-bintang di langit yang memukau.

4. Danau Napabale, Raha

Danau Napabale adalah destinasi wisata yang unik karena merupakan kombinasi antara danau dan pantai.

Terdapat terowongan alam sepanjang 30 meter dan lebar 9 meter yang menghubungkan Danau Napabale dengan pantai di Selat Buton.

Danau Napabale terletak sekitar 15 km dari Kota Raha, di Desa Lohia, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara.

Danau ini dikelilingi oleh bukit dan tebing yang tinggi, dengan banyak tumbuhan yang hidup di atasnya, menciptakan panorama yang indah dan sejuk.

BACA JUGA :  Anime Terbaru yang Akan Segera Tayang 2023

Terdapat tiga karang besar di tengah danau yang ditumbuhi oleh tanaman liar dan menjadi tempat tinggal jutaan spesies ikan laut.

Selain keindahan danau dan pantai, di dekat Danau Napabale terdapat situs purbakala, yaitu Gua Layang-layang, yang memiliki lukisan-lukisan manusia dari zaman purbakala.

Perlu diketahui bahwa fasilitas di Danau Napabale masih terbatas, belum ada penginapan umum seperti hotel atau homestay.

Jika Anda ingin menginap, disarankan untuk membawa perlengkapan sendiri seperti tenda, alas tidur, dan makanan yang cukup.

Namun, di Kota Raha yang berdekatan dengan Danau Napabale, anda dapat menemukan penginapan dengan fasilitas lengkap.

5. Delisha Resort, Kendari

Memiliki nuansa bak di pulau dewata, Delisa Resort memanjakan para wisatawan yang kangen berlibur di Bali. Bagaiaman tidak, pemandangan alamnya terhampar indahnya.

Dikawasan ini, tersedia kolam renang, ayunan, gazebo, serta beberapa spot foto hingga tersedia beberapa menu makanan dan minuman yang disediakan oleh pengelola wisata tersebut.

Untuk wisatawan yang hendak ke lokasi tersebut, kalian tak perlu pusing, karena akses ke tempat itu tak memakan waktu yang lama.

Jika kalian mengambil titik dari ibu kota Provinsi Sultra yakni Kota Kendari hanya memakan waktu 40-50 menit.

Sementara itu, untuk tiket masuk ke wisata tersebut wisatawan cukup membayar sebesar Rp 15 ribu per orang dan kalian sudah bisa menikmati sejumlah spot foto serta berenang.

Usia dibawah dua tahun free, sedangkan usia diatas dua tahun akan dikenalan tarif normal.

Jika kalian membawa rombongan dan ingin menyewa gazebo, wisatawan akan dikenakan uang sewa yang bervariasi, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. (Nita)

admlight