SultraLight.Net – Kerukunan Masyarakat (KM) Bulukumba Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I masa bakti 2026–2031 di Kendari, Sabtu (11/7/2026).
Musyawarah perdana tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmen membangun organisasi yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.
Muswil I mengusung tema “Memperkuat Persatuan, Membangun Sinergi dan Mewujudkan Kerukunan Masyarakat Bulukumba yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkontribusi bagi Pembangunan Sulawesi Tenggara.”
Tema tersebut menjadi landasan bagi seluruh pengurus dan warga Bulukumba di perantauan dalam memperkuat kebersamaan serta meningkatkan peran organisasi di tengah masyarakat.
Ketua DPW KM Bulukumba Sultra, Dr. Ir. Andi Irwan Nus, M.E.S., mengatakan persatuan harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, kebersamaan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan persaingan.
“Karena kita ada di sini sebagai sebuah kerukunan, tentu saja kita ingin bersatu. Persaingan itu penting, tetapi kebersamaan dan persatuan jauh lebih penting,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh warga Bulukumba yang berdomisili di Sulawesi Tenggara untuk terus memegang teguh falsafah daerah, Mali Siparappe, Tallang Sipahua, yang mengandung makna saling membantu dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurut Andi Irwan, nilai-nilai tersebut harus menjadi semangat bersama dalam membangun organisasi yang semakin kuat, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap ke depan Kerukunan Masyarakat Bulukumba di Sulawesi Tenggara menjadi organisasi yang mandiri, berdaya saing, semakin maju, dan yang paling penting mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil evaluasi internal menunjukkan KM Bulukumba Sultra telah memiliki jaringan kepengurusan yang tersebar di hampir seluruh kabupaten di Sulawesi Tenggara. Capaian tersebut dinilai menjadi modal besar dalam memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah.
“Walaupun belum sepenuhnya optimal, hampir semua kabupaten di Sulawesi Tenggara sudah memiliki Dewan Pimpinan Daerah KM Bulukumba. Semoga ke depan organisasi ini semakin solid, semakin besar, dan terus memberi manfaat bagi seluruh anggotanya maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil I KM Bulukumba Sultra, Rajatin, S.Pd., menegaskan pelaksanaan Musyawarah Wilayah perdana bukan sekadar agenda seremonial ataupun rutinitas lima tahunan organisasi.
Menurutnya, Muswil menjadi tonggak sejarah bagi warga Bulukumba di Sulawesi Tenggara untuk memperkuat konsolidasi, mempererat kembali silaturahmi, sekaligus menyusun arah gerakan organisasi yang lebih modern dan inklusif.
“Pelaksanaan Muswil I ini bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas organisasi lima tahunan semata. Momentum ini merupakan konsolidasi akbar, merekatkan kembali simpul-simpul silaturahmi yang sempat renggang oleh jarak, sekaligus menegaskan arah gerakan organisasi ke depan agar lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Rajatin.
Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut berpijak pada falsafah luhur masyarakat Bulukumba, Mali Siparappe, Tallang Sipahua, yang mengajarkan pentingnya saling menolong dan menguatkan satu sama lain.
Rajatin menambahkan, persatuan yang terbangun melalui Muswil diharapkan mampu melahirkan sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah maupun berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemandirian ekonomi warga, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.
Muswil I KM Bulukumba Sultra diikuti puluhan peserta yang terdiri atas pengurus DPW, utusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KM Bulukumba kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, peninjau, tokoh masyarakat, serta warga Bulukumba yang berdomisili di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.







